SIMAKBERITA.COM, JENEPONTO – Fakta baru terkait penemuan mayat seorang lansia di Jeneponto terungkap. Sahabuddin, salah seorang keluarga Ambo Tang Daeng Tutu membantah adanya dugaan penyebab kematian Ambo Tang karena kemiskinan dan kelaparan.
“Selama ini beliau tinggal di rumah salah seorang anaknya di Kampung Punagaya Desa Bontorappo Jeneponto dan tidak dalam kondisi kekurangan makanan,” ujar Sahabuddin, Sabtu (18/1/2020).
Dalam usia 75 tahun, Ambo Tang Dg Tutu mengidap penyakit pikun atau gangguan saraf sehingga sering meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan anaknya.
Hal tersebut juga terjadi pada Rabu, 15 Januari 2020 lalu.
“Beliau meninggalkan rumah, diduga karena pikun beliau berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga pada akhirnya tersesat dan baru ditemukan keesokan harinya dalam kondisi telah meninggal dunia,” beber Sahabuddin.
Selama meninggalkan rumah, seluruh keluarga dan tetangga melakukan pencarian.
Pada Kamis 16 Januari 2020 sekitar pukul 16.00 Wita di Dusun Borongloe Desa Bontorappo Kecamatan Tarowang, ditemukanlah mayat Ambo Tang Dg Tutu.
Jalling Bin Saing Emba (45) yang hendak pulang ke rumahnya melewati jalan tani dekat kebun miliknya dan melihat sesosok mayat laki-laki tertelungkup ke depan dan sudah tidak bernyawa lagi.
Jalling pun mengaku tidak mengenali wajah dan identitas korban tersebut.
Sekitar pukul 17.00 Wita, Jalling mencari tahu keluarga korban dan berhasil menemukan keluarga korban yang tinggal di Dusun Punagaya Desa Bontorappo.
Ambo Tang Dg Tutu diduga mengalami gangguan saraf. Ia lupa jalan pulang hingga meninggal dalam keadaan lapar.