Oleh : Sekretaris BKNDI Sulawesi Selatan, Muhammad Askar, SKM
SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Orang yang tidak belajar patuh tidak akan bisa menjadi pemimpin yang baik. Begitu kurang lebih ungkapan dari Aristoteles mengenai pentingnya memiliki sikap patuh untuk menjadi pemimpin yang baik.
Tidak ada pemimpin hebat di dunia tanpa pernah tepat waktu, jujur, disiplin dan patuh.
Kepatuhan akan membuat orang menjadi disiplin dalam pekerjaannya.
Desa adalah struktur wilayah terkecil dari luas daerah teritorial Indonesia, bahkan desa identik dengan stereotip terkebelakang, tertinggal dan bahkan miskin serta marginal. Istilah istilah ini pernah dan bahkan masih sering terdengar di telinga kita padahal dari desa lah seluruh kekayaan dan sumberdaya Alam Indonesia itu berasal.
Kenapa terjadi stereotip negatif itu terbentuk demikian? karena menurut saya sumber daya manusia desa berpindah ke kota, desa dipandang sebelah mata, rata-rata pemuda desa yang unggul disekolahnya berpindah ke kota untuk bersekolah dan pada saat selesai bersekolah di kota dan mendapatkan posisi dan jabatan tertentu di kota maka dia enggan untuk pulang ke desanya lagi, makanya terjadi regenerasi SDM desa, para petani, nelayan, dan pekerja kebun yang ditekuni oleh orang tua mereka sudah hampir hilang dan punah karena pemuda pemuda desa bermigrasi ke kota.
“Fenomena ini yang membuat kami dari DPW BKNDI Sulsel merancang sebuah perkaderan pemuda desa yang diharapkan dapat memberi wawasan yang luas terhadap peran dan fungsi pemuda desa dalam memajukan Indonesia dari Desa, Insya Allah Diklat ini kami susun dengan melibatkan banyak ahli dan pakar pakar pelatihan dan aktifis pemberdayaan serta orang orang yang konsen dalam pembangunan desa,” ujarnya
“Kami memulai rumusan pelatihan ini dengan membentuk Tim perumus dan pembuatan buku Diklat P3D, Pendidikan dan Pelatihan Pemuda Pelopor Pembangunan Desa, dimulai dengan diskusi serial yang intensif, kemudian kami melakukan FGD yang mengundang pakar dan ahli dibidangnya masing-masing terkait tema besar, bagaimana menyelamatkan dan memulai pembangunan Indonesia dari desa, hasil diskusi dan FGD inilah yang menjadi ramuan yang insya Allah akan berkhasiat luar biasa dalam menjaga tata nilai dan keluruhan kearifan lokal desa itu sendiri, kami tidak mau pemuda tinggal di desa tapi berpaham liberal, tidak memiliki nasionalisme yang baik , mengkonsumsi narkoba, terlibat teroris dan menjadi agen agen perusak desa,” terangnya.
BKNDI berharap bahwa SDM lokal desa yang di motori oleh para pemuda desa haruslah menjadi garda terdepan Indonesia dalam menyelamatkan desa dari pengaruh-pengaruh luar yang membahayakan kelangsungan dan kesinambungan kehidupan desa yang luhur dan khas Indonesia . Materi materi pelatihan dan methode methode pelatihan yang mengkolaborasi prinsip pedagogis, andragogis dan pembelajaran orang dewasa ikut terumuskan dalam Dikat P3D ini tegas Askar yang bertindak selaku ketua tim perumus penyusunan buku Diklat P3D BKNDI .
“Semoga penyusunan silabus perkaderan P3D segera rampung sehingga kami bisa memulainya dengan merekrut tenaga tenaga fasilitator pelatihan yang kompeten untuk menjalankan visi dan misi penyelamatan desa dengan Pelatihan yang akan dilakukan oleh BKNDI Sulsel,” tutupnya.