Kampus

Tim PKM Unhas Lakukan Penelitian Unik Tentang Arisan Gabah dan Luncurkan Aplikasi Arisan Panen

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Tim Pekan Kreatif Mahasiswa (PKM) Universitas Hasanuddin terdiri dari 3 (tiga) orang dan meneliti mengenai arisan panen gabah yang unik di Desa Bulo Timoreng, Kabupaten Sidenreng Rappang Kecamatan Panja Rijang. Penelitian dilakukan pada tanggal 22 Juni 2021 dimana protokol kesehatan tetap diterapkan yaitu jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan sebelum berkunjung ke lokasi penelitian. PKM sendiri merupakan program kreativitas mahasiswa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Perguruan Tinggi. Butuh waktu sekitar 3 bulan dari tahap pengumpulan proposal hingga publikasi lomba PKM, namun pendataan dan wawancara di Kabupaten Sidrap hanya sekitar 2 minggu.

Atas nama tim Universitas Hasanuddin, ketua tim Muhammad Nur Revollah sebagai ketua, Muhammad Fadel Dwi Makmur sebagai anggota1, dan Juan Jimmy Dwianga meneliti topik

“Fenomena dan Potensi Arisan Gandum Lembaga Keuangan Daerah sebagai Sumber Pembiayaan Berbasis Teknologi-Modal Sosial”. Judul ini merupakan judul yang unik, masih baru dan belum benar-benar diteliti secara kompleks dan mendalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang berkaitan dengan struktur dan proses arisan gabah yang selanjutnya disebut arisan  panen di Desa Bulo Timoreng, Kabupaten Sidrap, menganalisis potensinya dan mengetahui manfaatnya.

“Penelitian ini diharapkan mampu memperbaiki system arisan gabah dari konvensional menjadi lebih modern dengan basis financial technology,” Ujar Muhammad Nur Revollah.

Berbagai tahapan rencana PKM mulai dari proses penyusunan proposal dan pendanaan hingga pelaporan hasil riset dan pengumuman lomba dilaksanakan secara daring. Tahapan yang dilaksanakan secara luring hanya pengambilan data dan wawancara di Kabupaten Sidrap dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Studi ini merupakan kajian yang sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat petani, karena dapat menjadi solusi dan alternatif ide bagi petani untuk mengatasi masalah permodalan dan keuangan. Diharapkan pemerintah dan instansi terkait dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk merumuskan kebijakan baru untuk meningkatkan produktivitas petani. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi nasional di bidang pertanian dan pertanian,” ujar Muhammad Fadel Dwi Makmur, salah satu anggota tim PKM dari Universitas Hasanuddin dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Departemen Ilmu Ekonomi. dari tahun 2017 .

Selain penelitian mengenai Arisan Gabah yang dilakukan di desa Bulo Timoreng, ketiga mahasiswa ini membuat aplikasi Arisan Panen ke system yang lebih modern dengan berbasis financial technology. Aplikasi ini masih dalam proses desain dan coding, dan jika memungkinkan, akan di upload ke App Store atau Play Store untuk segera digunakan melalui gadget komunitas tani dan smartphone masyarakat.

Aplikasi tersebut bernama “Arisan Panen”. Nama aplikasi ini sendiri didasarkan pada kegiatan penelitian kami dan kami ingin mengembangkan produk pertanian selain gabah. Harapan kami lebih kepada petani yang tidak hanya memiliki produk gabah, tetapi juga produk lain dengan potensi hasil dengan harga yang sangat tinggi, seperti kentang, cengkeh, dan kayu manis, kelapa, dan coklat. Aplikasi ini memberikan keamanan kepada sesama anggota arisan yang tergabung di dalamnya. Aman dikarenakan aplikasi telah menciptakan sistem verifikasi objektif sederhana untuk data-data yang disimpan dalam aplikasi ini. Penggunaan aplikasi ini sebenarnya sangat sederhana. Untuk mendapatkan aplikasi ini, pengguna yang memiiki smartphone hanya “mendownload”nya di AppStore atau Playstore, kemudian calon peserta akan membutuhkan registrasi jika belum memiliki akun, tetapi jika memiliki akun, mereka dapat langsung masuk ke tampilan “Home “.

Jika ingin berpartisipasi dalam grup Alishan Ada proses verifikasi yang harus Anda lalui. Disini kami telah membuat menu “Account Profile” untuk membantu Anda mendapatkan akun yang terverifikasi. Beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi jika akan melakukan verifikasi adalah dengan mengunggah persyaratan sebagai berikut:

ID. Jika Anda memiliki kartu keluarga, kartu petani, atau akun dengan foto pemilik atau rumah, Anda dapat memilih grup yang diinginkan. Jika setiap kelompok memiliki sistem, ada jumlah nominal setoran, jumlah maksimum anggota, dll. Setelah pendaftaran grup, perlu untuk mengkonfirmasi bahwa data yang terdaftar valid melalui verifikasi lain. Selanjutnya jika data tersebut valid, Admin Arisan Gabah dan ketua kelompok mengajak calon anggota untuk berkomunikasi melalui WhatsApp atau SMS, mengajak ke rumah, dan mengajak anggota arisan lainnya untuk memperkenalkan diri. Namun, jika Ketua menolak, pemilik akun dapat mendaftar untuk grup Arisan baru yang belum dimulai. Fungsionalitas aplikasi ini tidak jauh berbeda dengan aplikasi yang sudah ada seperti Facebook, Instagram, atau aplikasi sosial kemasyarakatan sejenis, jadi sebenarnya cukup mudah.

Kami rasa aplikasi ini dapat disosialisasikan secara bergiliran kepada masyarakat di pedesaan,” Ujar Revollah, ketua tim PKM Unhas Arisan Gabah. (*/Iyan)

Editor : Abd Rahman

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version