Hukum

Kades Nilai Proyek Drainase di Desa Mulyasari Tidak Sesuai Bestek

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, LUWU TIMUR – Diduga tidak sesuai pengerjaan proyek Drainase di Dusun Mekar Sari Desa Mulyasri, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, menjadi sorotan.

Dari pantauan awak media simakberita.com, nampak proses pekerjaan belum sepenuhnya sesuai bestek, terlihat adanya genangan air di lokasi proyek yang dikerjakan tentu itu juga bisa mempengaruhi mutu pekerjaan kalau air tersebut dibiarkan tergenang begitu saja dan pasangan batu tetap berjalan, selain itu, untuk mempercepat proses pekerjaannya, proyek drainase tersebut disulap, pasalnya dimana tanah sandaran pasangan batunya tidak dirapikan (dikupas) sehingga terlihat hanya satu susunan pasangan batunya alias tipis.

Saat tim media simakberita.com menyambangi kantor desa Mulyasri yang beralamat di jalan poros Cendana Hitam kecamatan Tomoni kabupaten Luwu timur, Kepala Desa Mulyasri Abdul Sandim terkesan merasa kecewa bercampur kesal setelah mengetahui proyek pekerjaan pembangunan drainase di Dusun Mekar Sari, Desa Mulyasri, Kecamatan Tomoni, yang diduga tidak sesuai dengan Bestek.

“Harapan saya pengerjaan itu karena yang kerja orang desa juga, tentunya rasa memilikinya besar, jangan kamu dholimi negara karena korupsi,” ungkap Abdul Sandim kepada wartawan simakberita.com diruang kerjanya Selasa, (28/9/2021).

Abdul Sandim menambahkan, dirinya merasa kesal dan tidak suka dengan orang orang yang berbuat dholim terhadap negara karena perilaku korupsinya, negara ini sudah mengalami kerugian besar karena perilaku korupsi, hal ini perlu mendapat perhatian dari instansi terkait.

Berdasarkan informasi dari papan proyek pembangunan drainase dusun mekar sari desa mulyasri menggunakan anggaran dana desa tahun 2021 sebesar Rp. 140 juta lebih, dengan volume 270 Meter, adapun pelaksana proyek tersebut adalah Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Mulyasri.

Saat ditemui di ruangannya selaku pelaksana lapangan Ketua TPK Desa Mulyasri, Untung kepada wartawan ia mengatakan, waktu itu terjadi hujan sehingga menyebabkan airnya tergenang, “tapi saya akan turun bersama anggota, kalau terkait pasangan batunya tipis, saya waktu itu tidak ada di lokasi pekerjaan, saya sudah berikan kepercayaan kepada anggota untuk pekerjaan hari itu, yang kebetulan tinggal di dusun itu, hari ini saya rencana turun sama anggota, kalau tidak sesuai bestek dan tidak cukup pasangannya, saya akan bongkar drainase itu untuk diperbaiki sesuai volumenya,” ungkap Untung yang juga menjabat selaku Kaur Kesra Desa Mulyasri (Ibrahim)

Editor : Nasution

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version