SIMAKBERITA.COM, LUWU TIMUR – Kritikan dan sorotan atas proyek pengaspalan jalan di kabupaten Luwu Timur (Lutim) menuai sorotan warga, proyek tersebut berlokasi di desa Bahari kecamatan Wotu kabupaten Luwu Timur.
Sejumlah warga sebagai pengguna jalan mempertanyakan terkait mutu dan kualitas pekerjaan jalan tersebut. Salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengatakan, proyek pengaspalan yang dikerjakan saat ini apakah, memang sudah begitunya cara kerjanya. Saat awak media menemui warga tersebut, proyek sudah sampai pada tahap penghamparan material LPA, namun proyek ini dikeluhkan warga karena pada saat penghamparan LPA, tampak pada sisi bahu jalan itu ditumbuhi rumput hijau sehingga terkesan bahwa pengadaan material LPB dan kebersihan situasi dalam kegiatan, kualitasnya tentu masih jauh yang diharapkan.
“Belum dilakukan pembersihan di bahu jalan, material LPA sudah didatangkan dan diratakan dengan alat berat, jadi LPA tadi hanya menimbun rumput yang tumbuh pada bahu jalan, sehingga kami bertanya apa memang begitu teknik kerjanya, kalau tidak, maka ini bisa mempengaruhi kualitas aspal yang berada di sisi pinggir yang menempati bahu jalan nantinya,” ungkap AB kepada wartawan, Jumat (24/9/2021).
Dengan kondisi tersebut, sejumlah warga beranggapan pekerjaan ini dikerjakan tidak sesuai dengan teknik yang ada. Hal ini didukung oleh pendapat seorang ahli teknik berinisial S , saat dimintai pendapat terkait penghamparan LPA tapi terlihat rumput masih tumbuh pada bahu jalan, mengatakan, pekerjaan jalan itu dimulai dari dasarnya, saat pekerjaan LPB dimulai artinya didasarnya itu sudah bersih, kemudian dilanjutkan pengadaan LPA dan pengadaan Aspal Beton (AC) dapat dilihat direncana anggaran biaya (RAB) kalau ada pekerjaan penyiapan badan jalan, maka seharusnya sudah dikerja masing-masing sesuai tahapan pekerjaannya, penyiapan badan jalankan itu ada nilai rupiahnya biasanya ada didalam RAB Pembangunan jalan,” Ungkapnya.
Ketika awak media simakberita.com melakukan penelusuran di lapangan, melakukan konfirmasi kepada salah satu pembantu pengawas lapangan proyek, Anwar mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap proses pengerjaan, biarkan kami selesaikan dulu pekerjaan ini, nanti kalau sudah selesai, kalau ada yang mau dikomplen silahkan,” kata Anwar.
Terkait dengan adanya laporan warga, Anwar mengungkap, pendapat warga tersebut tidak bisa disalahkan dan juga tidak kami benarkan, masalahnya kami masih pada tahap perbaikan pekerjaan,” ungkap Anwar.
Proyek Pengaspalan jalan desa bahari kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu timur, menggunakan sumber dana APBD tahun 2021 dengan nomor kontrak 602.1/14/KONT-BM/PUPR/VIII/2021, per tanggal 15 Agustus 2021, nilai kontrak pembangunan jalan sebesar Rp. 4 Milyar lebih ditambah nilai kontrak ruas sebesar Rp. 900 juta lebih, adapun pemilik proyek adalah Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Luwu timur Syahrir saat dikonfirmasi oleh awak media melalui chat WhatsApp terkait laporan warga mengatakan, pada saat pembersihan bahu jalan, dikhawatirkan akan mengenai pasangan batu (drainase),” ungkap Syahrir.
Syahrir menambahkan bahwa,” tetap pihaknya instruksikan untuk dilakukan pembersihan manual, setelah pekerjaan pengaspalan selesai, akan ada pembersihan bahu jalan juga,” tambah Syahrir. (Ibrahim)
Editor : Nasution