Sekolah

Khawatir Jaringan Macet, ANBK SDN 120 Campae Digelar Semi-online

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, LUWU TIMUR – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) SD segera akan dilaksanakan, hanya menghitung hari lagi. ANBK SD rencananya mulai digelar awal bulan November hingga Desember 2021. Ada empat kali pelaksanaan ANBK untuk SD yakni Gelombang I dan II : Senin-Kamis, 15-18 November 202, Dan Gelombang III dan IV : Senin – Kamis, 22-25 November 2021 informasi dari laman ditpsd.kemendikbud.go.id. (17/10/2021).

Saat ini ada beberapa SD sedang melaksanakan sinkronisasi gladi bersih Asesmen Nasional (AN) gelombang I dan II yang dimulai Senin 26 Oktober 2021 di masing-masing satuan pendidikan yang sudah terjadwal.

Kepala Sekolah SDN 120 Campae Irsan saat ditemui awak media simakberita.com, Senin (26/10/2021) mengatakan saat ini sekolahnya mengadakan sinkronisasi gladi bersih AN, karena sekolah kami masuk gelombang I pelaksanaan ANBK, makanya kami hari ini melakukan gladi bersih sampai besok, Alhamdulillah 15 client sesi pertama semuanya berhasil berikut upload yang dilakukan proktor juga berhasil,” ungkap Irsan.

Irsan yang juga menjabat sebagai Ketua K3S SD Kecamatan Wotu, menginformasikan hanya tiga saja SD yang melaksanakan ANBK memilih secara Semi-online, selebihnya semua Online.

Adapun cara penyelenggaraan ANBK menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online ke server lokal, kemudian peserta dilayani oleh server lokal tersebut secara offline. Soal yang telah dikerjakan kemudian dikirim kembali ke server pusat secara online melalui proktor

Selanjutnya Irsan menambahkan “Kebetulan ada server yang bisa kami pinjam miliknya SMP 1 Wotu yang sukses melaksanakan ANBK, selain itu juga kami meminjam laptop yang ada di SMP tersebut,” imbuh Irsan.

Irsan menjelaskan bahwa sebenarnya kami memiliki WiFi yang berkekuatan 20 Mbps tapi inilah yang menjadi kekhawatiran kami karena pihaknya mendapatkan info kalau 50 Mbps saja itu masih lelet, makanya kami beralih cepat ke semi-online.

“Waktu simulasi saja dari 15 client setiap sesi, ada satu laptop yang blank, setiap sesi selalu ada laptop yang blank, makanya ini menjadi kekhawatiran kami,” ungkap Irsan.

Kalau memilih ANBK secara online, maka sangat mengandalkan kekuatan jaringan, klo jaringan bagus artinya sukses, namun kalau jaringannya bermasalah bagaimana, akhir-akhir ini kadang jaringan bagus, kadang turun, kadang putus.

Irsan juga menambahkan bahwa selain jaringan yang kami khawatirkan, kami juga khawatir terjadi pemadaman listrik, karena tentu itu juga menganggu proses pelaksanaan ANBK, ungkap Irsan.

Penerapan ANBK sendiri memberikan banyak sekali keuntungan. Bagi pemerintah, ANBK dianggap sebagai penghematan luar biasa. Pasalnya, soal ujian tak lagi dicetak di kertas sehingga mengurangi biaya produksi. Bahkan, kecurangan sangat sulit terjadi karena terbatasnya akses pada soal ujian itu sendiri.

Masih Irsan berharap bahwa kedepannya pemerintah lebih menyiapkan fasilitas yang paling utama adalah PC serta wifi nya, saat ini kami di untungkan karena pelaksanaan ANBK SD berbeda dengan ANBK SMP, jadi kami bisa pinjam laptop ke sekolah lain, jadi harapannya bagi kami yang melaksanakan ANBK secara semi-online harapannya ada PC atau server yang sudah disediakan sebelum pelaksanaan,” pungkas Irsan. (*Ibrahim / Nasution)

Editor : Nasution

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version