SIMAKBERITA.COM, LUWU TIMUR – Jelang Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021 mendatang, SD Negeri 126 Lembah Bahagia Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu timur telah bersiap untuk mengikuti ANBK yang dilakukan secara online.
Awalnya ragu untuk memutuskan apakah ANBK akan dilakukan secara semi-online atau online namun pihaknya makin mantapkan diri setelah tahun ini sekolahnya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa bantuan sarana pembelajaran berbasis TIK pada Sekolah Dasar Tahun 2021 oleh Direktorat SD kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Alhamdulillah kami merasa bersyukur karena sekolah kami satu-satunya di kecamatan Wotu yang berhak mendapatkan bantuan pembelajaran berbasis TIK, ada 15 unit yang kami dapatkan lengkap dengan router wifi, ini menjadi motivasi kami untuk memaksimalkan keikutsertaan kami pada asesmen nantinya,” tutur St. Nurjannah Kepala Sekolah SDN 126 Lembah Bahagia saat ditemui awak media simakberita.com diruang kerjanya, Senin kemrin (18/10/2021).
St. Nurjannah menuturkan meski ada beberapa sekolah mengeluhkan kendala jaringan, namun bagi pihaknya merasa mantap untuk menggelar ANBK secara online.
“Insya Allah November nanti, dengan bantuan ini berarti sudah ada 15 unit komputer yang siap digunakan untuk menghadapi ANBK, dengar-dengar bantuan ini sudah cocok digunakan untuk ANBK, komputer jenis Chromebook sudah sangat mendukung aplikasi ANBK,” ujarnya.
Persiapan ruang, fasilitas, hingga mental dan materi mulai dilakukan semenjak dari sekarang, terutama kami juga memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.
“Insya Allah 15 unit komputer nanti cukup untuk digunakan asesmen, pelaksanaannya dilakukan 2 sesi dengan memanfaatkan ruang kelas,” terangnya.
Tak hanya segi fisik yang menjadi perhatian, persiapan teknis juga rutin dilakukan agar para peserta didik tidak gagap berhadapan dengan teknologi komputer sebagai media ujian mereka, diharapkan mereka terbiasa hingga menguasai komputer tersebut.
“Untuk mendukung program ini, kami lakukan simulasi berdasarkan petunjuk dari penyelenggara ANBK, peserta didik biasa belajar bareng, dan mulai adaptasi dengan komputer,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan nantinya peserta sudah tidak ada lagi bisik-bisik diruangan saat ujian ANBK, karena ada pengawas dan proktor yang memantau pelaksanaan ANBK.
Saat awak media simakberita.com memantau pelaksanaan simulasi ANBK tampak semua berjalan lancar dan sesuai protokol kesehatan secara ketat. (*/Ibrahim)
Editor : Nasution