Terhubung dengan kami

Sekolah

PTMT SMP 3 Wotu Digelar, Dian Merasa Senang Bisa Sekolah Kembali

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, LUWU TIMUR – Dian Puspita (13) yang kerap disapa Dian tampak gembira diruang kelasnya setelah usai mengikuti jam pelajaran dikelas VIII 3 bersama dengan teman-temannya yang beralamat jalan pendidikan, Desa Madani, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu timur, Selasa (5/10/2021).

Dian tampak senang memberi salam kepada guru mata pelajaran sesaat ketua kelasnya memberikan aba-aba mengucapkan salam kepada gurunya.

“Saya merasa sangat baik, senang bisa bertemu dengan teman-teman, belajarnya makin gampang saja,” ungkap Dian kepada wartawan simakberita.com pada Selasa (5/10/2021).

Saat ditanyakan apa respon orang tua Dian terkait dilakukannya pembelajaran disekolah, Dian mengaku bahwa orang tuanya sangat setuju, senang bisa dilakukan tatap muka kembali, dan orang tuanya mengakui sudah bisa mengirit biaya lagi karena tidak beli kuota internet.

Hari ini adalah hari kedua Dian mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) tahap kedua dengan mengikuti tiga sesi pelajaran dalam satu hari, yang dua minggu sebelumnya hanya boleh mengikuti pembelajaran dua sesi saja perhari.

Siswa ini tidak merasa khawatir soal terpapar Covid-19 karena sekolah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dengan menerapkan 3M diantaranya memakai Masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta guru dan tenaga kependidikan hampir semua sudah divaksin, dan sementara ini lagi dilakukan vaksinasi untuk siswa.

“Sekolah siapkan masker untuk siswa bagi siswa yang tidak memakai masker datang ke sekolah, hand sanitizer dan pengukur suhu kami siapkan digerbang pintu masuk sekolah, dan sebelum masuk dikelas siswa cuci tangan memakai sabun dan menjaga jarak,” ungkap Yuriusman Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 3 Wotu Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu timur.

Dari Pantauan awak media Simakberita.com, pembelajaran tatap muka terbatas hari selasa di SMPN 3 Wotu berjalan aman dan lancar.

Para murid mengikuti protokol kesehatan yang ketat mulai dari masuk pintu gerbang sekolah hingga kembali ke rumah.

Saat masuk halaman sekolah, mereka diperiksa suhu tubuhnya dengan pengukur suhu disertai dengan mencatat suhu tubuhnya dibuku kontrol, lalu diarahkan mencuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer, dan ini dilakukan kembali saat pulang kerumahnya.

Setelah itu baru diperkenankan masuk ke ruang kelas. Setelah kelas selesai, para guru langsung mengantar siswa untuk dijemput orang tuanya.

Salah satu indikator PTMT ini bisa dilaksanakan karena guru dan tenaga kependidikan sudah divaksin, selain itu sekarang yang menjadi sasaran adalah siswa.

Selanjutnya Yuriusman yang kerap disapa Yuris menambahkan dari 349 siswa yang ada, yang sudah divaksinasi sekitar 140 siswa atau sebesar 40 persen per 30 September, rencana kami menunggu kalau ada vaksinasi dilakukan didesa terdekat, kami akan ikutkan siswa yang belum divaksin untuk dilakukan vaksinasi.

Selain itu proses pembelajaran juga masih terbatas karena dibagi 3 sesi. Ini merujuk atas penyampaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu timur dengan nomor surat 005/717/Disdik per tanggal 4 Oktober 2021 yang ditujukan kepada satuan pendidikan tingkat SD dan SMP.

“Satu kelas paling maksimal 11 orang, dan tatap muka juga sudah bisa dilaksanakan mulai Senin sampai Jumat,” ungkap Yuris, pria keturunan suku padoe.

Selaku Kepsek, Yuris sangat mendukung program pemerintah pusat dan pemerintah daerah kabupaten luwu timur guna memutus mata rantai penyebaran covid 19, dan berharap bahwa proses pembelajaran bisa normal kembali. (Ibrahim)

Editor : Nasution

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler