SIMAKBERITA.COM, LUWU TIMUR – Komisi Irigasi kabupaten Luwu timur, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) menyelenggarakan Sidang Komisi Irigasi yang membahas tentang Agenda Tudang Sipulung Masa Tanam (MT) I Oktober-Maret Tahun 2021-2022, yang bertempat di Gedung Serba Guna Hotel Sikumbang, kecamatan Tomoni, Kamis (25/11/2021).
Kegiatan tersebut diikuti 36 orang peserta, terdiri dari unsur anggota Sekertariat Komisi Irigasi Kabupaten Luwu timur, Kepala Dinas PUPR, kepala dinas kelautan, perikanan dan pangan, kepala dinas pertanian, staf ahli pembangunan, Kepala BPP seluruh kecamatan se-luwu timur, Para Camat Se-luwu timur, Kepala UPTD Bendungan dan Pengairan se-luwu timur.
Pada kegiatan tersebut yang menjadi presidium sidang adalah kadis PUPR kabupaten Luwu timur, staf ahli pembangunan, staf ahli hukum dan pemerintahan, dan Kabid Sumber daya air PUPR kabupaten Luwu timur. Yang menjadi panelis adalah Kadis Pertanian kabupaten Luwu timur, yang diwakili oleh kabid tanaman pangan dan holtikultura, dan Kabid Sarana dan Prasarana dinas pertanian Luwu timur, Kadis Perikanan, Kelautan dan Pangan Kabupaten Luwu timur.
Harapan kita, dalam sidang pleno komisi irigasi dimaksud dapat merekomendasikan hal-hal demi kemaslahatan masyarakat petani yang memanfaatkan irigasi, mulai dari pengaturan buka tutup air sampai pada perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi termasuk pengaturan untuk pemanfaatan pengairan selain untuk persawahan,” ungkap AR Salim yang menjabat selaku Staf Ahli Pembangunan saat ditemui awak media, Kamis (25/11/2021).
AR Salim menambahkan, rekomendasi dimaksud menjadi bahan dalam pertemuan tudang sipulung pertanian yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, maka ini harus menjadi perhatian mengenai kebutuhan dan jadwal turun sawah pada setiap wilayah irigasi dalam lingkup wilayah kabupaten luwu timur.
Salah satu agenda dalam rapat pleno sidang komisi irigasi adalah membahas penentuan tentang jadwal buka tutup pintu air. Hal ini kaitannya dengan suplai air ke areal lahan pertanian.
Sebelumnya, Ketua Harian yang juga Kepala Dinas PUPR Kabupaten Luwu timur Syahmuddin menerangkan salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah dalam rangka menyamakan persepsi tentang rencana tabur, tanam, sampai pasca panen itu nantinya,” ungkapnya pada awak media simakberita.com.
Selanjutnya Syahmuddin menjelaskan, kalau jadwal buka tutup air ini sudah ditentukan maka musim tanam tahap I tidak ada lagi masyarakat kita yang mengeluh karena kekurangan air, karena sudah terjadwal dengan baik,” jelasnya.
Masih Syahmuddin menambahkan,” harus diakui di Luwu timur ini ada beberapa daerah irigasi kita yang ketika datang musim hujan airnya biasa meluap sehingga menyebabkan banjir, ini menjadi tantangan besar kami,” imbuhnya.
Syahmuddin mengakui, menemukan kesulitan jika menyangkut soal kewenangan provinsi maupun pusat. Karena tidak bisa dipungkiri ada jaringan irigasi yang masuk wilayah kewenangan provinsi maupun pusat.
“Soal kewenangan provinsi atau pusat, kami tidak bisa melakukan intervensi kebijakan disitu, karena terkait soal kewenangan, tapi sepanjang itu soal kewenangan kabupaten maka insyaallah kita akan terus berbenah sehingga betul betul aliran air kita kelahan persawahan bisa maksimal,” tutur Syahmuddin.
Syahmuddin juga menyampaikan apa yang menjadi harapan Bupati Luwu timur dalam sidang komisi irigasi ini.
“Harapannya pemerintah daerah tentunya melalui koordinasi dan sinkronisasi seperti ini maka produksi pertanian kita terutama sektor pangan ini bis maksimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, karena sektor pertanian ini tidak bisa berdiri sendiri, meskipun kewenangan dinas terkait pada irigasi tersier tapi itu tidak akan maksimal jika tidak disuplai secara baik melalui jaringan sekunder dinas PUPR,” pungkas Syahmuddin. (Ibrahim)
Editor : Nasution