Terhubung dengan kami

News

Warga Panic Buying BBM, Disperindag Lutim Imbau SPBU Amankan Stok

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, LUTIM – Masyarakat yang berada di kecamatan Wotu kabupaten Luwu Timur (Lutim) melakukan Panic Buying (pembelian secara berlebihan) terhadap BBM. Hal itu menyusul terjadinya musibah beberapa hari yang lalu, jembatan miring mengalami keretakan yang menyebabkan jalur trans Sulawesi ini terputus.

Warga menjadi makin panik ketika jalur alternatif yang menjadi penghubung antar kabupaten jembatan juga ambruk, berita ini viral di media sosial Facebook yang dibagikan berkali-kali melalui akun @Ranhy Daffa Senin, (8/11/2021) 20.21 WITA.

“Sebelum ambruknya jembatan alternatif, harga BBM (bahan bakar minyak) di pengecer sudah mencapai Rp. 20.000 bahkan ada yang dibandrol mencapai Rp. 35.000 per botolnya, kami sudah tidak bisa mengisi di SPBU, karena SPBU-nya kosong, kalau tidak cepat ditangani, takut ini bisa berdampak ke yang lain,” keluh salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya pada awak media simakberita.com, Selasa (9/11/2021).

Berdasarkan pemantauan awak media simakberita.com disejumlah SPBU terjadi kemacetan antrean kendaraan yang ingin masuk ke dalam SPBU sudah mengular keluar SPBU sehingga menutupi sebagian badan jalan yang akhirnya membuat jalan menjadi macet. Ini tidak hanya terjadi di SPBU Wotu tapi juga terjadi di sejumlah SPBU lainnya.

Warga Melakukan Panic Buying terhadap BBM tentu ini bisa mempengaruhi ketersediaan BBM di SPBU dan juga harga BBM di pengecer menjadi tak terkendali, sehingga dibutuhkan keterlibatan pemerintah untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap ketersediaan BBM di masyarakat.

“Kami beberapa hari yang lalu sudah menyampaikan ke pengelolah SPBU untuk menjaga Stok dalam mengantisipasi keberlangsungan pelayanan,” ungkap Rosmiyati Alwy yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Luwu Timur kepada awak media simakberita.com melalui chat WhatsApp

Selanjutnya Rosmiyati Alwy menambahkan, seharusnya tidak terjadi Panic Buying kalau pihak SPBU konsisten.

Rosmiyati Alwy menegaskan “hari ini juga kami akan keluarkan lagi himbauan ke pihak SPBU untuk melakukan pembatasan penjualan perhari baik mobil ataupun motor,” tegas Rosmiyati Alwy. (Ibrahim)

Editor : Nasution

Berita Terpopuler