SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Salah satu dosen UNM kembali dipercaya menjadi narasumber dalam lokakarya tracer study yang diadakan oleh LLDIKTI 9 pada tanggal 23 Juni 2022 di Aula Ridwan Saleh Mattayang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan hanya untuk PTS di wilayah LLDIKTI 9, tahun ini pesertanya terdiri dari PTS di wilayah LLDIKTI 9 (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara) dan LLDIKTI 16 (Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah) secara hybrid.
Dalam pemaparannya, Bapak Bobby Poerwanto, S.Pd., M.Si yang juga merupakan dosen Prodi Statistika FMIPA UNM ini sharing mengenai bagaimana pelaksanaan tracer study oleh Career Development Center (CDC) UNM, Indikator Kinerja Utama (IKU 1), dukungan pimpinan, strategi meningkatkan response rate, dan teknis pelaporan ke Belmawa Kemdikbudristek.
Kebutuhan terhadap data tracer study ini semakin penting mengingat kebijakan-kebijakan baik pada tingkat pusat hingga perguruan tinggi harus berlandaskan data. Salah satu instrumen yang digunakan untuk melihat keberhasilan perguruan tinggi dalam mencetak lulusan adalah instrumen tracer study. Selain itu, kebutuhan data akreditasi juga akan sangat terbantu apabila data tracer study ini telah dilaksanakan secara berkala, terstruktur, terorganisasi, dan sesuai dengan standar Kemdikbudristek. Namun, setelah semua itu dilaksanakan, yang tidak kalah penting adalah melaporkan hasilnya pada website tracer study Belmawa karena sumber penarikan data pencapaian IKU 1 melalui portal tersebut.
Berdasarkan data pada tahun 2021 yang dipaparkan oleh Belmawa Kemdikbudristek, PTS di wilayah LLDIKTI 9 yang melaporkan hasil tracer study-nya ke website Belmawa berada di sekitar 41%. Secara nasional, angka ini sudah tinggi. Namun, pimpinan LLDIKTI 9 secara konsisten dan penuh komitmen ingin semua PTS di wilayahnya melaporkan hasil tracer study-nya, mengingat tracer study ini sangat penting untuk dilakukan. Hal ini yang mendasari kegiatan lokakarya pelaporan tracer study oleh LLDIKTI 9 telah dilaksanakan sejak tahun 2020.
Pada tahun 2021, CDC UNM mendapatkan penghargaan best poster 1 nasional untuk penyajian hasil tracer study pada seminar hasil hibah Program Fasilitasi Tracer Study Kemdikbudristek di Bali. Ini kali pertama perguruan tinggi di wilayah Sulawesi mendapatkan penghargaan tersebut sejak program ini dimulai. Berbekal pengalaman tersebut, CDC UNM dianggap dapat membantu PTS di wilayah LLDIKTI 9 dan LLDIKTI 16 dalam melakukan tracer study.