Pendidikan

Sekolah Islam Raffasyah Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Sekolah Islam Terpadu Raffasyah Baitul Makmur, menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini dihelat SIT RBM Makassar.

Acara yang bertemakan “Penyempurnaan Akhlak Sebagai Tugas Utama Nabi Muhammad Dalam Rangka Melepas Manusia dari Kezaliman, digelar di Makmur Building, Kompleks Ramayana Riko Sardonix, Jl.AP. Pettarani Makassar, Sabtu (07/10/2023).

Acara tersebut, diawali dengan penjelasan Ketua Yayasan Makmur Grup , Makmur Ante Pasau, tentang misi pendirian Sekolah yang membina mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA. Pembawa Hikmah Maulid, DR. H. Yusri Muhammad Arsyad, Lc., M.A.

Kepala Seksi Pendidikan Dasar yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar,
Syamsuddin M., S.Ag., memuji kualitas yang telah dicapai Sekolah Islam Terpadu Raffasyah, yang benar benar menerapkan, kualitas pembelajaran.

“Ada satu yang membuatnya lebih uanggul dari yang lain, selain menjalankan kurikulum pendifikan, juga menanamkan pembinaan Aklak,” puji Syamsuddin.

Guru pun terseleksi, seperti yang dijelaskan Ketua Yayasan, Makmur Rante Pasau, sekolahnya memang benat benar fokus pada kualitas pembelajaran dan pengajaran. “Makanya tidak tanggung-tanggung, bila ada guru yang tidak menjalankan pengajaran sesuai dengan aturan yang ditetapkan Yayasan, diberhentikan dalam perjalanannya sudah 17 Gutu yang diberhentikan,” ucap Makmur.

Kemajuan yang dicapai Sekolah Islam Raffasyah, terbilang cukup cepat. Dalam usia yang baru berjalan 3 tahun, telah kelihatan kualitasnya. Hal itu ditampakkan, dengan pagelaran hasil hasil pembelajaran yang ditampilkan siswanya, mampu membuat hadirin terkagum-kagum, dan tak henti-hentinya meneriakkan pujian.

Salah satunya, tampilnya siswa PAUD memberikan ceramah. Selain kostumnya yang persis seperi ustadz, isi ceramahnya pun bagai ceramah seorang ustadz. Saking mengagumkannya, para pejabat yang duduk di jajaran depan, mendaulatnya untuk menyalaminya. Tak biasanya terjadi, ustadz kecil itu yang dicium tangannya.

Pembawa acara, memberikan gambaran, pembinaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris juga mantap. Ketiga pembawa acara yang membawakan tiga versi, bahasa Arab, Idonesia dan Inggris, dibawakannya dengan fasih.

Syamsuddin M. S.Ag., pada kesempatan tersebut, juga menjelaskan, salah satu program Walikota Makassar, semua anak harus masuk sekolah. Bila tidak punya uang, Dinas Pendidikan Kota Makassar yang memfasilitasi. Demikian tentang pemberian Dana BOS, sekolah yang berduit pun tetap diberikan dana BOS. Pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar, tak segan-segan mendatangi sekolah yang menolak Dana BOS. “Kami datangi untuk menganjurkan agar tetap menerima Dana BOS meskipun berduit,” ucap Syamsuddin.

Di Makassar tercatat ada 1000-an PAUD termasuk TK, diberikan biaya. SD hampir 600, 300 negeri. Ada 300an SMP, 55 diantaranya negeri SMP negeri. Yang jelasnya, Dinas Pendidikan Kota Makassar membina 2000-an sekolah, formal dan non formal.

“Karena Pendidikan itu penting. Tidak ada orang yag bisa maju tanpa pendidikan,” jelas Syamsuddin.

Juga sudah diterapkan, tidak ada lagi yang namanya sekolah unggulan dan tidak unggulan. Semuanya sama. Siswa yang berdomisili di dekat sekolah tersebut, berhak diterima, dengan sistem sonasi.

Di hadapan hadirin, yang antara lain dihadiri kalangan orang tua siswa, Pemerintah setempat dari Kecamatan Tallo, Ustadz Yusri, menghimbau, agar meneladani sifat-sifat keteladanan Rasulullah, salah satunya adalah sifat sabar, dan tabah menghadapi penderitaan.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua Umum AGUPENA (Assosiasi Guru Penulis Indonesia) yang juga Kepala UPT SMA Islam Raffasyah Baitul Makmur Makassar Muhammad Ardi Ali, S.Sos., M.M. Turut hadir pula seluruh Kepala Sekolah PAUD/TKIT , SDIT SMPIT, Pembina SIT RBM, La Ode Zainuddin, S.Pd., dan Kepala SIT RBM, lengkap hadir. (*)

Editor : Nasution

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version