SIMAKBERITA.COM, SINGKAWANG – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Relawan TIK Kalimantan Barat sukses gelar Workshop yang berjudul Digitalisasi Pers. Workshop ini berlangsung di Kampus Akademi Kebidanan Singkawang pada tanggal 24 November 2023 pukul 13.00 WIB .
Pergerakan Mahasiswa Indoensia merupakan organisasi kemahasiswaan berlandaskan nilai aswaja. Dalam penerapanya organisasi ini juga membuka luas terhadap kemajuan teknologi sebagai salah satu tujuan untuk menciptakan insan yang intelektual. Oleh karena itu memulai bekerjasama dengan organisasi yang benar-benar bergerak di bidang teknologi. Dalam hal ini Relawan TIK kalimantan Barat menjadi mitra kolaborasi untuk melaksanakan workshop digitalisasi pers.
Akademi Kebidanan (AKBID) Kota Singkawang menjadi tempat terselenggarakanya workshop. Terletak di Jalan Gn. Ceremai, Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singakwang. Tak hanya menjadi tempat kegiatan tetapi sekaligus berkontribusi mengikutsertakan mahasiswanya menjadi peserta. 28 orang mahasiswa AKBID berkesempatan untuk mendalami digitalisasi pers.
Peserta Workshop merupakan gabungan dari mahasiswa AKBID, STIE Mulia Singkawang, UT Singkawang. Mereka yang hadir juga sebagian merupakan anggota dari PMII Singkawang yang aktif mengikuti kegiatan organisasinya.
Workshop berjalan lancar dan penuh dengan kegembiraan yang mana dibuka dengan permainan agar peserta dapat rileks dan konsentrasi. Pertama Ketua PMII Kota Singkawang membuka dengan menyampaikan semangat keorganisasian. Kemudian dilanjutkan dengan sesi ice breaking dan setelah itu baru dilanjutkan ke acara intinya. Penyampaian materi berupa pendalaman pengetahuan dasar tentang pers dan juga pemahaman berita bohong. Nur Mujahdin selaku pemateri yang merupakan Wartawan dari media online simakberita.com menyampaikan bahwasanya sebagai generasi intelektual harus melek digital dan paham memilah informasi.
“Informasi sekarang ini sangat didominasi dengan media sosial bukan lagi media massa yang terkontrol dan terkelola. Informasi begitu cepat, benar tidaknya tidak terlalu diperhatikan oleh sebagiankalangan. Karena kurangnya pengetahuan maka masyarakat mudah terserang hoks atau isu-isu yang menggiring opini negatif. Oleh karena itu, sebagai kaum intelektual mahasiswa harus bisa berkontribusi menghambat pertumbuhan informasi negatif. Berhenti menyebarkan berita yang belum tau kebenaranya merupakan bukti nyata dalam meredam kebiasaan menyebar hoaks,” ujar Nur Mujahidin.
Workhsop ini bertujuan unmentuk mengedukasi mahasiswa karena sudah selayaknya akdemis mempunyai intelektual yang tinggi. Memilih dan memilah informasi merupakan hal yang penting dan harus dilaksanakan oleh setia orang. Tak hanya itu mahasiswa juga merupakan tonggak kemajuan bangsa. Berkecimpung dalam organisasi adalah wadah untuk bisa mensosialisasikan berbagai macam hal yang bermanfaat. Contoh nyata adalah workshop digitalisasi pers yang diselenggarakan pada kali ini.
Pesan Ketua PMII Kota Singkawang, Bella Cici Kristika, mengatakan berorganisasi merupakan wadah berkreasi untuk berproses. Oleh karena itu jangan takut dangn beralasan organisasi menghambat perkuliahan. Tetapi, jadikan organisasi untuk menjadi tempat bertukar fikiran dan membuka wawasan.
Salah satu peserta dalam evaluasi kegiatan menyampaikan bahwasanya kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat. Harapanya tidak sampai di sini saja tetapi terus berlanjut untuk kegiatan di lain kesempatan.
Kegiatan positif sudah selayaknya mendapatkan dukungan dari manapun itu. Organisasi menjadi salah satu tempat untuk memberikan sosialiasi yang berdampak baik bagi masyarakat. Perguruan tinggi menjadi faktor penentu untuk mendidik dan menciptakan generasi emas bangsa ini. Korelasi keduanya sangat jelas dalam membangun intelektualitas masyarakat.
Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Organisasi dalam kegiatan-kegiatan positif sudah selayaknya ditingkatkan dan mendapat perhatian lebih. Sejatinya sebuah pergerakan bersama lebih tangguh daripada berdiri sendiri untuk memajukan banyak orang. Pepatah mengatakan bersama kita tagguh bercerai kita rubuh. (*)