SIMAKBERITA.COM, KUTAI TIMUR – Kelangkaan BBM yang cukup lama di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur sangat meresahkan masyarakat. Kondisi ini mengakibatkan kendaraan mobil pribadi dan mobil truk sangat kesulitan mendapatkan BBM.
Hasil pemantauan wartawan Simakberita.com di SPBU STC Kecamatan Sangatta Utara setiap hari mobil antri Sehingga mengakibatkan kemacetan kendaraan di jalanan. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kondisi ini mendapat sorotan dari komunitas mobil truk, Sekertaris organisasi Persatuan Material Sangatta (Permata) Kutai Timur, Samsul Zainuddin kepada wartawan Simakberita.com, Senin (18/12/2023) mengatakan, kelangkaan BBM di Kecamatan Sangatta ini dampaknya sangat besar terhadap rekan kami para sopir mobil truk dan juga dirasakan oleh masyarakat. “Termasuk menghambat pembangunan, karena kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan itu materialnya tidak bisa diangkut tepat waktu akibat kelangkaan BBM,” ucapnya.
Ket. Gambar : Saat Sekertaris organisasi Permata Kutai Timur, Samsul Zainuddin wawancara dengan wartawan Simakberita.com terkait kelangkaan BBM
“Kelangkaan BBM ini sudah berlangsung sangat lama kurang lebih 3 tahun, mulai sejak tahun 2021 hingga saat ini, pihaknya heran kenapa Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kutai Timur membiarkan persoalan kelangkaan BBM ini berlarut – larut dan tidak memberikan solusi,” ucapnya.
Lebih lanjut Samsul mengatakan, pihaknya sudah pernah melakukan hearing dengan pihak Pertamina dan anggota DPRD Kutai Timur. “Pihak Pertamina menyampaikan bahwa, sudah mendistribusikan BBM melebihi kuota. Namun kita heran hingga saat ini masyarakat tetap kesulitan mendapatkan BBM, makanya organisasi Permata rencana tanggal 20 Desember akan turun ke jalan menggelar unjuk rasa terkait kelangkaan BBM,” pungkasnya. (Hamka)