Kedua dari kiri, Dubes Belanda, Lambertus Cristiaan Grijins saat silaturahmi dengan keluarga Pejuang Kemerdekaan RI di jalan Syekh Yusuf kabupaten Gowa (Sumber poto : Redaksi Simakberita.com)
SIMAKBERITA.COM, GOWA – Menjelang Hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 79, Duta Besar Belanda, Lanbertus Cristiaan Grijins berkunjung ke kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Romang Lompoa kecamatan Bontomarannu, Rabu (14/8/2024).
Dalam kunjungannya Dubes Belanda didampingi oleh Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) kabupaten Gowa, Rasyid Daeng Gappa dan Ketua/Peneliti Utama Yayasan Relawan Kemanusiaan Indonesia Merdeka, Irwan Lubis.
Usai ziarah di TMP Romang Lompoa Dubes Belanda melakukan silaturahmi dengan anak Pejuang Kemerdekaan, H Muhammad Said Daeng Tobo ayahnya bernama Tibu Daeng Matte seorang Pejuang yang ditembak mati oleh Tentara Belanda di Gowa, saat perang gerilya melawan tentara Belanda.
Ketua PC PPM kabupaten Gowa, Abdul Rasyid Daeng Gappa mengatakan, kedatangan Dubes Belanda untuk silaturahmi dan meminta maaf atas kesalahan tentara Belanda dulu, saat jaman penjajahan telah melakukan penembakan terhadap Pejuang Kemerdekaan RI, ucapnya.
” Kedatangan Dubes Lambertus mewakili Pemerintah Belanda mengunjungi keluarga Pejuang Kemerdekaan dan akan memberikan santunan berupa uang kepada anak Pejuang Kemerdekaan guna membantu perekonomian keluarga Pejuang Kemerdekaan yang jadi korban kekejaman tentara Belanda, ” kata Rasyid kepada keluarga H Muhammad Said.
Ditambahkannya, pihaknya ingin terjalin hubungan baik organisasi kepemudaan antara dua negara, yakni PPM Indonesia dengan Organisasi Kepemudaan Kerajaan Belanda, ” tandasnya.
” Diharapkan Organisasi Kepemudaan antara kedua negara ini bisa bersinergi disegala bidang. Utamanya di bidang ekonomi kedua negara, dengan harapan agar dapat meningkatkan kesejahteraan pengurus dan anggota PPM ke depannya, ” harapnya.
PPM merupakan wadah organisasi bagi anak dan keturunan Veteran, Pejuang Kemerdekaan RI.
Sementara itu Dubes Belanda yang fasih berbahasa Indonesia saat silaturahmi mengatakan, pihaknya ucapkan terimakasih kepada keluarga almarhum Tibu Daeng Matte keluarga Pejuang Kemerdekaan yang telah bersedia menerima kunjungannya.
” Mewakili Pemerintah Belanda kami meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan tentara Belanda di masa lalu. Selanjutnya Pemerintah Belanda akan memberikan santunan terhadap keluarga Pejuang Kemerdekaan, ” ujarnya.
Lebih lanjut Lambertus Cristiaan mengatakan, korban yang tewas akibat dieksekusi oleh tentara Belanda mulai tahun 1945 hingga 1949 keluarganya akan diberikan santunan oleh Pemerintah Belanda, ” pungkasnya.
Turut hadir, Prof Drg Muhammad Ruslin Wakil Rektor Unhas Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Konsulat kehormatan Belanda, Sulsel, Edwin Staf Bidang Politik, Mark Hentsman, Sekertaris Bidang Politik, personil Resimen Yudha Putra, personil Kodim-1409/Gowa, personil Polres Gowa serta keluarga Veteran RI korban eksekusi oleh tentara Belanda. (Iyan).