SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Dalam menghadapi kebutuhan mendesak terkait alokasi untuk listrik dan BPJS Pemerintah Kota Makassar sebanyak Rp1,3 Miliar. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Drs. Muh. Dakhlan mengatakan, dalam menghadapi kekurangan penganggaran tersebut, Dakhlan mencari solusi sementara yaitu akan menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT), Selasa (19/11/2024).
“Sekitar Rp1,3 miliar yang dibutuhkan Pemkot Makassar. Ini sudah sifatnya mendesak karena kebutuhan listrik tidak bisa dipastikan kapan akan terganggu, apalagi dalam kondisi sekarang,” ujarnya
“Iya, anggaran (Rp1,3 Miliar) tersebut mencakup semua kebutuhan mendesak yang telah dirincikan,” tambahnya.
Pihaknya sementara melakukan evaluasi terhadap dana yang ada di SKPD Pemkot Makassar, agar tidak ada yang terlewatkan.
“Anggarannya sebenarnya sudah ada. Namun, kami akan memeriksa ulang setiap SKPD untuk memastikan tidak ada yang terlewat, khususnya terkait anggaran listrik,” lanjutnya. Katanya, anggaran listrik tersebut untuk salah satu Kecamatan dan RSUD Daya yang ada di Kota Makassar.
Sementara itu, kebutuhan anggaran BPJS ini mencakup pembayaran layanan kesehatan di RSUD Daya, termaksud beberapa puskesmas yang menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Makassar, yang harus segera melakukan pembayaran.
“Ya, pembayaran BPJS ini menggunakan anggaran dari Pendapatan Daerah Provinsi (PDP). Prosesnya kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi dari tim, dan diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat sesuai peraturan wali kota (Perwali),” jelasnya. (*)
Editor : Nasution