SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Isra Mi’raj merupakan peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.
Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah, sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Menurut mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer.
Peringatan Isra Mi’raj ini diselenggaran Pengurus Yayasan Masjid Taqwa kota Makassar. Pengurus Yayasan Masjid Taqwa, Muhammad Anwar Paraga mengatakan, pihaknya melaksanakan agenda tahunan acara memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah yang dirangkaikan dengan Haul almarhum Kyai Haji (KH) Muhammad Nur yang ke 14 tahun di Masjid Taqwa jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, ” katanya kepada wartawan Simakberita.com, Senin (27/1/2025).
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh ratusan jamaah, Pengurus dan anggota Yayasan Masjid Taqwa serta unsur Tripika Kecamatan Wajo bersama Seklur Pemerintah Kelurahan Mampu.
Prof. KH Abustani Ilyas yang membawakan hikmah Isra Mi’raj menyampaikan, hari ini kita memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Dirangkaikan dengan Haul almarhum KH Muhammad Nur, almarhum adalah Ulama yang langka bukan hanya di Sulawesi Selatan tetapi di Indonesia. Kyai Haji Muhammad Nur adalah guru saya, ‘ucapnya.
Semasa hidupnya Kyai Haji Muhammad Nur itu Istiqomah, konsisten dalam mengajarkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Hingga saat ini nama beliau masih harum namanya di tengah masyarakat, khususnya kota Makassar, ” ujarnya.
Berbicara soal Isra Mi’raj itu artinya kita berbicara tentang Iman, karena Isra Mi’raj itu tidak bisa dicerna dengan akal. Itulah sebabnya Abu Jahal ketika mendapatkan informasi bahwa Nabi Muhammad telah menjalankan Isra Mi’raj
Saat itu muncul ide Abu Jahal kalau ini adalah momentum untuk menyampaikan kepada seluruh penduduk kota Mekkah bahwa, Nabi Muhammad adalah pembohong, karena Isra Mi’raj itu tidak masuk akal. Memang kalau secara akal sehat bila menempuh perjalanan dengan menunggangi onta dari Mekkah ke Palestina memakan waktu sekitar 3 bulan.
Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi’raj itu hanya menempuh waktu sepertiga malam dari Mekkah ke Palestina dan naik lagi ke Sidratul Muntaha. Jadi memang kalau dipikir hal itu tidak masuk akal, tetapi bagi orang Islam yang percaya kepada kekuasaan Tuhan, Isra Mi’raj itu bukanlah hal yang amat sulit untuk diterima.
Ketika Umar bin Khattab menanyakan kepada Abu Bakar As Siddiq, wahai Abu Bakar percayakah engkau terkait perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad ?, . Dijawab oleh Abu Bakar As Siddiq, andaikan Nabi Muhammad SAW bercerita tentang perjalanan yang lebih dahsyat dari pada Isra Mi’raj maka itupun saya percaya, ” jawabnya.
Makanya Abu Bakar disebut As Siddiq, karena dialah orang yang membenarkan, sebab Abu Bakar As Siddiq tampil dan membuat kesepakatan bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad adalah sesuatu yang benar dan diyakini kebenarannya.
Acara dimulai dari sambutan dan arahan dari anggota Pembina Yayasan, Prof. Dr. H M. Arifin Hamid dan ditutup dengan doa oleh Ketua Pembina Yayasan Masjid Taqwa Makassar,Drs. KH Muhammad Ali. (Iyan).