SIMAKBERITA.COM, PAREPARE – Makassarpena.id Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kota Parepare menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II pada Sabtu, 19 Juli 2025, dengan mengusung tema: “Revitalisasi Peran Strategis IPIM dalam Mewujudkan Parepare Terbaik, Sejahtera, dan Maju.”
Musda ini diselenggarakan dalam rangka pemilihan Ketua IPIM Parepare untuk periode 2025–2030, yang bertempat di Kantor Kementerian Agama Urusan Haji Kota Parepare. Kegiatan ini diikuti oleh para imam masjid, pengurus IPIM, serta stakeholder keagamaan setempat.
Ketua IPIM Parepare, Dr. H. Muh. Amin Iskandar, MA, dalam laporannya menyebutkan bahwa sejak tahun 1980-an jumlah masjid di Parepare meningkat signifikan dari 80 masjid menjadi 248. Namun, ia menekankan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat yang tidak boleh menjadi pemicu perpecahan.
“IPIM Parepare memang tidak memiliki banyak pengurus, namun mampu menunjukkan kinerja maksimal. Kami menyadari masih banyak kekurangan, tetapi capaian yang ada menunjukkan IPIM Parepare telah masuk 10 besar terbaik se-Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa pengurus IPIM Parepare berasal dari berbagai latar belakang profesi, dan dalam Musda kali ini, seluruh kader diberikan kesempatan yang adil untuk berkompetisi memimpin organisasi ke depan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Parepare, diwakili oleh Kasubag TU Dr. H. Syaiful Mahsan, S.Pt., M.Si., menitipkan pesan agar IPIM mampu menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan keummatan yang berkembang di masjid.
“IPIM diharapkan tidak hanya menjadi forum komunikasi, tetapi juga solusi atas berbagai dinamika yang terjadi di lingkungan para imam. Siapa pun yang terpilih harus mendapat dukungan penuh dari semua pihak,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW IPIM Sulawesi Selatan, KH. Dr. Masykur Yusuf, MA, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi Islam di Parepare. Ia juga menegaskan agar tidak terjadi overlapping program antarorganisasi.
“IPIM adalah organisasi primadona karena imam masjid adalah penyelamat dunia akhirat. Jika Parepare ingin maju dan sejahtera, maka pemerintah kota harus memberi perhatian khusus kepada para imam,” ujarnya.
KH. Masykur juga menyebutkan, bahwa dari 240 masjid yang ada di Kota Parepare, semuanya diharapkan mengikuti program taksin (standarisasi bacaan imam), dan menitipkan harapan kepada Walikota melalui Kabag Kesra, agar ada program khusus untuk peningkatan kesejahteraan imam masjid.
Menanggapi hal itu, Kabag Kesra Pemkot Parepare, Muhammad Islah, S.Pt., M.Agr., yang mewakili Walikota, menyampaikan bahwa imam masjid bukan sekadar posisi struktural, tetapi pemimpin umat yang strategis.
“Salah satu persoalan besar adalah masih banyaknya guru mengaji yang belum memiliki bacaan Al-Qur’an yang sesuai standar. IPIM harus menjadi penggerak peningkatan kapasitas ini,” ungkapnya.
Ia menutup sambutan dengan menegaskan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat.
Musda II IPIM Kota Parepare kembali dipimpin kembali oleh Dr. H.M.Amin Iskandar, MA, setelah secara aklamasi. (*)