Birokrasi/Pemerintahan

Kecamatan Mariso Gencarkan Pengelolaan Sampah, Camat Aswin Libatkan Mahasiswa Unibos

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Camat Mariso Aswin Kartapati Harun, S.STP., M.Si terus menggalakkan upaya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dengan melibatkan kalangan akademisi. Dalam kesempatan pertemuan bersama 84 mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) angkatan 22 yang baru menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Mariso, Aswin memaparkan kondisi kewilayahan serta tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan dan kebersihan.

Dalam arahannya, Aswin menyoroti masih adanya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan yang menjadi salah satu persoalan utama di wilayah padat penduduk seperti Mariso. Namun, ia optimistis hal itu dapat diatasi melalui sinergi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat.

“Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan memang masih ada, tapi cepat diatasi. Ke depan, tugas kita akan semakin berat. Saya yakin dan percaya mahasiswa Unibos dapat membantu Kecamatan Mariso. Kita harus berbaur, karena tugas kita tidak mudah,” ujar Aswin.

Lebih lanjut, Camat Mariso menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program “MULIA” (Makassar untuk Lingkungan yang Lebih Baik) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Makassar. Program ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

“Hal ini harus sejalan dengan program MULIA. Sampah di TPA Manggala diperkirakan akan penuh dalam tiga tahun ke depan. Kalau kita sadar untuk mengurangi sampah, tentu harus ada kegiatan nyata,” jelasnya.

Sebagai bentuk aksi konkret, Kecamatan Mariso telah melaksanakan berbagai program pengelolaan lingkungan, antara lain pemilahan sampah plastik bernilai ekonomis, pembuatan biopori, serta pengelolaan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle).
Meskipun masih berskala sederhana, upaya tersebut telah mampu mengurangi volume sampah harian melalui proses penguraian alami oleh maggot.

“Biopori kecil saja sudah bisa menggerakkan masyarakat secara masif. Di Kecamatan Mariso, TPS3R kami memang sederhana, tapi sudah membantu mengurangi volume sampah,” tambah Aswin.

Aswin berharap, kehadiran mahasiswa KKN Unibos dapat memberi kontribusi nyata dalam edukasi masyarakat mengenai pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Menurutnya, program KKN tematik dari Unibos menjadi langkah strategis dalam membantu Pemerintah Kota Makassar mewujudkan kota yang bersih dan berkelanjutan. (*)

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version