Kampus

FKM UIT Bekali Mahasiswa Kesmas Angkatan 2024 Hadapi PBL I 2026 

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia Timur (UIT) melaksanakan kegiatan Pembekalan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) I Tahun 2026 bagi 26 mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Angkatan 2024 di Kampus I UIT, Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi pembelajaran berdampak, sejalan dengan semangat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dan solutif bagi masyarakat.

Pembekalan PBL I dirancang untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di masyarakat melalui pendekatan berbasis data, analisis kontekstual, dan perencanaan program kesehatan yang terukur. Lokasi PBL I Tahun 2026 ditetapkan di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengidentifikasi dan merespons permasalahan kesehatan masyarakat.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FKM UIT, Marhtyni, S.KM., M.Kes, yang sekaligus menyampaikan materi Plan of Action (PoA) meliputi time schedule, framework, serta mekanisme seminar desa/kampus. Dalam pemaparannya, Dekan FKM UIT menegaskan bahwa PBL I bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sarana pembelajaran yang memberikan dampak langsung.

“Melalui PBL I, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk memahami persoalan kesehatan secara nyata dan merumuskan solusi yang berdampak, sesuai dengan arah kebijakan Kemdiktisaintek yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berorientasi pada perubahan,” ujar Marhtyni.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UIT, Rahma Sri Susanti, S.KM., M.Kes, dengan topik Pengelolaan Data dan Master Tabel SPSS. Pada sesi ini, mahasiswa dibekali kemampuan mengolah data hasil survei kesehatan secara sistematis sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyusunan rekomendasi program kesehatan masyarakat yang berbasis bukti (evidence-based).

Penguatan aspek analisis wilayah disampaikan oleh Nismawati, S.Si., M.Kes, melalui materi Mapping Permasalahan Kesehatan Masyarakat. Pada sesi ini, mahasiswa tidak hanya dilatih memanfaatkan aplikasi GPS Essentials dan GIS sederhana untuk memetakan isu prioritas, tetapi juga dibekali pemahaman kuesioner serta teknik berkomunikasi dengan masyarakat, khususnya bagaimana menjelaskan maksud dan tujuan pertanyaan survei agar mudah dipahami. Pembekalan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengumpulan data di lapangan sehingga hasil analisis dan intervensi yang dirancang menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, materi Penyusunan Laporan PBL yang disampaikan oleh Nurul Aulia, S.KM membekali mahasiswa dengan kemampuan menyusun laporan ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu merepresentasikan dampak kegiatan PBL terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Selama pembekalan berlangsung, mahasiswa aktif mengikuti diskusi kelompok, simulasi penyusunan Plan of Action, praktik penggunaan GIS, serta penguatan komitmen etik sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat. Antusiasme peserta mencerminkan kesiapan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan pembekalan PBL I Tahun 2026 ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kesiapan mahasiswa melanjutkan tahapan PBL berikutnya. Melalui kegiatan ini, FKM UIT menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pendidikan tinggi berdampak, dengan menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

(Humas UIT/Beddu Lahi, Marhtyni).

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version