Kabar Daerah

Humanis, Polisi Bagikan Air Mineral Kepada Massa UNRAS Provinsi Luwu Raya 

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, LUWU – Aksi unjuk rasa (UNRAS)menuntut pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya yang digelar Aliansi Masyarakat Larompong–Larompong Selatan berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. 

Polisi memastikan aksi berjalan aman dan terkendali, meski sempat terjadi pemblokiran jalan Trans Sulawesi di Desa Batulappa, Kabupaten Luwu, Jumat (23/1) siang.

Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 14.00 wita tersebut dipusatkan di Gerbang Batas Wajo–Kabupaten Luwu. Massa aksi menyuarakan aspirasi secara terbuka dengan membentangkan spanduk tuntutan serta menyampaikan orasi secara bergantian.

Jenderal Lapangan aksi, Muhammad Husair, dalam orasinya menegaskan bahwa tuntutan utama demonstran adalah percepatan pemekaran Provinsi Luwu Raya sebagai bentuk keadilan pembangunan bagi masyarakat Luwu dan sekitarnya.

“Hampir 80 tahun lalu Presiden Soekarno telah menjanjikan keistimewaan bagi Luwu melalui Raja Luwu Andi Djemma. Hingga kini janji itu belum terwujud. Karena itu kami meminta adanya diskresi Presiden untuk membentuk Provinsi Luwu Raya,” tegasnya.

Pihak kepolisian terlihat aktif mengatur lalu lintas dan melakukan dialog dengan koordinator aksi guna mencegah terjadinya eskalasi. Kapolsek setempat menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan demi menjaga keselamatan demonstran dan pengguna jalan.

Di tengah aksi, sejumlah anggota kepolisian nampak berbagi Air mineral bersama demonstran. Suasana tersebut nampak mengundang simpatik dari demonstran dan masyarakat setempat. 

Menjelang malam, suasana aksi berubah lebih kondusif. Massa aksi menggelar salat dan doa bersama, dilanjutkan dengan tudang sipulung serta makan bersama yang difasilitasi oleh masyarakat sekitar.

Kehadiran warga yang memberikan dukungan logistik menunjukkan simpati terhadap aspirasi yang disuarakan. Salah seorang warga setempat menyatakan dukungannya terhadap perjuangan pemekaran Luwu Raya.

Menurutnya, aspirasi tersebut sudah lama dinantikan dan tidak lagi bisa ditunda.

“Polisi memastikan akan terus mengawal setiap bentuk penyampaian aspirasi masyarakat agar tetap berjalan aman, tertib, dan sesuai aturan,” kata Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu saat turun langsung di Lokasi. (*).

Editor : Anas.

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version