SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bidang Urusan Agama Islam (Urais) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi SDM Masjid Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menghadirkan masjid sebagai pusat peradaban umat, tidak hanya sebagai tempat ibadah semata, melainkan juga sebagai wadah pengembangan sosial keagamaan, penguatan kapasitas kepemimpinan umat, serta ruang pemberdayaan remaja masjid yang terarah dan transformatif.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kemenag Sulsel, H. Dr. H. Gaffar, M.Ag, menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam mengelola masjid agar tetap relevan dengan dinamika zaman. Ia menyampaikan bahwa masjid bukan sekadar bangunan fisik yang digunakan untuk salat dan kajian, tetapi harus menjadi rumah besar umat Islam yang memuliakan setiap tamu yang datang dan mempersiapkan generasi muda sebagai penggerak utamanya. Menurutnya, menjadikan masjid inklusif dan integratif merupakan bentuk pengamalan dari semangat Islam rahmatan lil ‘alamin.
Ketua panitia kegiatan, Muhammad Yunus Muin dari Bidang Urais Kemenag Sulsel, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjadi pemantik diskusi dan refleksi, sekaligus menjadi motor awal penguatan sumber daya manusia masjid secara kolektif. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang strategis dalam mempertemukan para imam masjid, pemangku kebijakan, dan organisasi remaja masjid yang selama ini telah banyak berkontribusi dalam pengembangan fungsi masjid.
Sesi materi diawali dengan paparan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bulukumba yang menyoroti pentingnya regulasi dan struktur peran antara imam dan remaja masjid. Ia menyampaikan bahwa relasi antara keduanya selama ini cenderung informal dan bersifat tambahan, padahal seharusnya dibangun secara sistemik dengan peran yang setara dan saling menopang. Menurutnya, MUI siap mengambil peran sebagai pengawal dalam memperbaiki regulasi yang belum terstruktur, serta mendorong setiap masjid agar lebih terbuka terhadap keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan maupun pengambilan kebijakan internal masjid.
Materi kedua disampaikan oleh Mifta Farid, perwakilan dari PW PRIMA DMI Sulsel yang juga merupakan trainer Copilot AI. Ia menekankan bahwa transformasi digital adalah keniscayaan, dan masjid tidak boleh tertinggal dalam arus perubahan ini. Menurutnya, dakwah masa kini bisa menjangkau lebih luas melalui media sosial, platform AI, dan berbagai kanal digital lainnya, asalkan tetap memperhatikan substansi pesan yang sesuai nilai-nilai Islam. Ia menyampaikan bahwa kekuatan dakwah digital bukan hanya pada kemasan visualnya, tetapi pada pesan yang menggugah dan bermakna. Kehadiran PRIMA DMI Sulsel, menurutnya, adalah bentuk konkret kolaborasi antara organisasi remaja masjid dan Kementerian Agama untuk menjadikan masjid sebagai ruang edukatif, inspiratif, sekaligus inovatif.
Dalam kegiatan ini, turut hadir jajaran pengurus PRIMA DMI Sulsel antara lain Riska Yuli Nurvianthi (Bendahara Wilayah), Siti Hardianti Darma Pertiwi (Bidang Pengembangan dan Penelitian SDM), serta Nurul Yusrianti Miftahul Qalbi yang aktif menggerakkan program literasi digital masjid. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah dan komunitas kepemudaan Islam dalam menyusun strategi peningkatan kualitas SDM masjid yang adaptif dan kolaboratif.
Pemateri ketiga, Kyai Masykur Yusuf. selaku Ketua PW IPIM Sulsel, mengajak para peserta untuk membangun model kaderisasi marbot digital di mana remaja tidak hanya hadir sebagai pelengkap kegiatan masjid, tetapi mengambil peran aktif dan strategis sebagai muazzin, marbot, tim media dakwah, hingga pengelola administrasi masjid. Menurutnya, kepercayaan dari para imam kepada remaja masjid adalah kunci untuk menciptakan regenerasi pengelola masjid yang kuat secara spiritual dan tangguh secara organisasi. Ia menekankan bahwa pemuda bukan beban, melainkan aset masa depan masjid.
Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, H. Ridwan Hasbi, S.Ag., M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan masjid percontohan di wilayah Bulukumba. Dengan mengutip pesan spiritual, beliau menyampaikan bahwa siapa yang masuk ke dalam rumah Allah adalah tamu, dan siapa yang menjadi tamu adalah calon penghuni surga. Ia mengajak para imam untuk tidak hanya menjalankan fungsi ritual, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi generasi muda. Menurutnya, imam harus menjadi pemimpin yang visioner sekaligus pemberi kepercayaan, agar remaja masjid merasa memiliki tanggung jawab dan keberanian untuk mengambil peran penting dalam memakmurkan masjid.
Kegiatan yang dihadiri oleh para imam dan pengurus masjid dari Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, ulama, dan organisasi kepemudaan Islam mampu melahirkan inisiatif kolaboratif yang menjadikan masjid sebagai pusat kemajuan umat. Dengan memperkuat kapasitas SDM masjid secara spiritual, digital, dan organisatoris, Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan bersama PRIMA DMI Sulsel menunjukkan langkah konkret menuju masjid yang lebih terbuka, progresif, dan menyentuh langsung kebutuhan zaman. (*)