Terhubung dengan kami

Kabar Daerah

Hari ke 6 Demo Luwu Raya Giliran Sopir Truk Blokade Jalan, Aktivitas Lalu Lintas Lumpuh 

Dipublikasikan

pada

Rasa jenuh dan kelelahan menunggu jalan dibuka, puluhan sopir truk memblokade jalan di Kabupaten Luwu (Sumber poto : istimewa)

SIMAKBERITA.COM, LUWU – Rasa jenuh dan kelelahan menunggu jalan dibuka mendorong puluhan sopir truk melakukan aksi susulan dengan memblokade jalan secara total di Desa Salutubu, Kabupaten Luwu, Selasa (27/1/2026).

Aksi ini terjadi setelah para sopir truk terjebak hingga hari ke-6 akibat blokade jalan yang sebelumnya dilakukan massa pendukung Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya. Karena tak kunjung mendapat kepastian, puluhan truk akhirnya diparkir melintang di badan jalan, menutup seluruh akses kendaraan.

Pantauan di lokasi, sedikitnya puluhan unit truk besar berjajar melintang sehingga jalan yang sebelumnya masih bisa dilalui kendaraan kecil dan sepeda motor, kini tertutup total. Akibatnya, arus lalu lintas benar-benar lumpuh.

Tak hanya truk logistik, puluhan mobil penumpang dan minibus turut terjebak dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. 

Sejumlah pengendara tampak kebingungan dan memilih mematikan mesin kendaraan karena khawatir kehabisan bahan bakar.

“Kami khawatir bensin habis, mau cari penjual bensin juga susah. Di tempat lain katanya sudah dijual sampai Rp50 ribu per liter,” ujar salah seorang pengendara mobil penumpang yang terjebak di lokasi.

Aksi blokade oleh sopir truk ini disebut sebagai bentuk protes atas ketidakadilan di lapangan. Mereka menilai kendaraan kecil masih bisa melintas sementara truk-truk besar dibiarkan tertahan berhari-hari tanpa solusi.

“Tidak ada polisi di sini, jadi kita tutup juga jalan. Kita sudah capek menunggu hampir tujuh hari tidak dikasi lewat. Supaya adil, kita tutup full jalan, biar mobil kecil juga tidak lewat,” kata Aswar, seorang sopir truk yang terjebak di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui sampai kapan aksi pemblokiran jalan oleh para sopir truk ini akan berlanjut. Situasi di Desa Salutubu masih dijaga oleh para sopir, sementara aktivitas lalu lintas lumpuh total dan menimbulkan kekhawatiran dampak lanjutan terhadap distribusi logistik dan kebutuhan masyarakat. (*).

Editor : Anas

Berita Terpopuler