Terhubung dengan kami

Dakwah dan Religi

Workshop Konten Kreatif MUI-KOMINFO Siap Lahirkan Mujahid Digital dalam Penguatan Islam Wasathiyah

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Workshop Konten Kreatif di Hotel Aryaduta Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (01/11/2021).

Workshop yang diikuti 60 peserta se-Sulawesi tersebut terselenggara mulai 01 hingga 03 Desember 2021, dengan mengusung tema “Bangkit
dari Covid-19 dengan nilai dan aksi bersama berlandaskan Islam dan fatwa MUI”.

Workshop ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkampanyekan konsep Islam Wasathiyah atau menjadi Mujahid Digital lewat multiplatform
Media Sosial (Medsos).

Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Prof Henry Subiakto dalam sambutannya mengatakan, kehidupan dunia saat ini banyak dipengaruhi oleh bayangan-bayangan atas realitas, bukan dari realitas. Bayangan realitas tersebut ada di Medsos. Oleh karena itu, MUI perlu melakukan jihad digital yaitu memunculkan Islam dalam Medsos sesuai dengan realitas.

Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Prof Henry Subiakto

“Keberadaan Medsos saat ini menjadi sangat penting, karena era sekarang ini, kita tidak bisa dipisahkan dari dunia Medsos. Publik lebih
banyak mengkonsumsi Medsos dibanding media mainstream,” kata Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Prof Henry Subiakto.

Henry mengatakan, Medsos memiliki akses kecepatan yang membuat publik merasa sangat dekat. Masalahnya, ketika publik sudah sangat
dekat dengan Medsos, justru di situlah bisa muncul masalah.

“Tantangan MUI adalah bagaimana Islam yang muncul di Medsos adalah Islam wasthiyah, yaitu Islam moderat yang menyampaikan informasi sesuai dengan realitas,” tutur Henry.

Sementara itu, Ketua MUI Pusat Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi dalam sambutannya mengajak para ulama dan muballigh untuk berdakwah dengan menggunakan media multiplatform.

Banyak Konten-konten yang keliru beredar di Medsos dan harus dilawan dengan konten-konten yang bagus.

Ketua MUI Pusat Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi

KH Masduki Baidlowi menambahkan, ulama adalah pewaris misi kenabian yaitu dakwah. Oleh karenanya, sangat penting untuk membuat
konten-konten kebaikan sebagai sebuah dakwah multiplatform.

“Konten-konten harus dibikin dengan baik. Kalau tidak, akan diisi oleh konten-konten yang tidak wasathiyah,” kata Masduki.

Ditempat yang sama, Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, K.H. Muhammad Cholil Nafis menuturkan, bahwa perang yang dihadapi umat Islam saat ini bukanlah perang simetris dan perang gerilya. Umat Islam saat ini sedang menghadapi perang di dunia maya.

“Dakwah itu hendaknya mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, orang dikalahkan tidak merasa dikalahkan, mendidik bukan menghardik. Jadi yang disampaikan menginspirasi, membina bukan menghina, mencari solusi bukan simpati, membela bukan mencela, menyayangi bukan menyaingi,” tambah KH Cholil.

Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, K.H. Muhammad Cholil Nafis

KH. Cholil mengingatkan jika ingin hebat maka kuasai Media, disinilah saatnya anda dilatih dan di ajari agar bisa menguasai media.

“Maka pada kesempatan kali inii, saya ingin memberi tips agar aman, apa saja itu, yakni saat membuat konten di Medsos agar jangan menyebut
atau menonjolkan orang atau kelompok melainkan pokok pikiran orang tersebut. Pokok pikiran yang dimaksudkannya, baik dialektika
keilmuannya maupun narasi keilmuannya,” tutup KH Cholil. (Rahman)

Editor : Rahman

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler