SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Bulan Agustus 2021 ini, genap 76 tahun usia kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, akan tetapi perekonomian Indonesia masih dalam keadaan yang tidak stabil, kemudian diperburuk dengan kondisi pandemi Covid-19, yang membuat sektor ekonomi, baik real maupun non real mengalami resesi yang cukup signifikan.
Salah satu pengamat ekonomi Indonesia, Bhima Yudhistira, dan sekaligus menjadi Direktur Center of Economi and Law Studies CELIOS, mengatakan bahwa Indonesia belum merdeka sepenuhnya dari jurang resesi ekonomi.
“Ya meskipun kemarin pertumbuhan ekonomi sudah baik menunjukkan pada angka 7,07% dan Pak Jokowi mengatakan tahun depan tumbuh 5%, itu kan sementara. Justru tantangannya nanti berada di Kuartal ke III dan ke IV,” kata Bima saat dihubungi awak media (17/08/2021).
Menurut Bima, dengan adanya pemberlakuan perpanjangan regulasi PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) yang terus-menerus dan adanya kasus Covid-19 varian baru, yakni Delta, seakan menjadi catatan oleh Pemerintah untuk mewaspadai angka pertumbuhan ekonomi di Kuartal III nantinya, dengan berbagai faktor.
“Sehingga saat ini belum bisa dikatakan, Indonesia lepas dari resesi atau belum merdeka sepenuhnya di sepanjang tahun 2021 ini, sementara masih tersisa dua kuartal lagi di tahun 2021, dan untuk tahun berikutnya tahun 2022, akan lebih kompleks lagi, dengan berbagai dinamika tekanan,” ujarnya. (*/Iyan)
Editor : Nasution