Oleh : Muhammad Askar, SKM
(Ketua PD. Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, 2007-2012)
SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Maulid Sang Nabi adalah peristiwa tersingkapnya tabir kegelapan hidup manusia, Alam menjadi terang benderang, Tanah menjadi Subur, pohon Pohon rimbun dengan buah buah yang ranum, kekeringan menjadi kesuburan dan cahaya kebenaran yang selama ini redup oleh kejahilaan manusia kembali memunculkan sinar terang benderang yang jangkauannya menangungi seluruh jagad dunia .
Termasuk negeri tercinta Indonesia, jangan kira adalah sebuah kebetulan Indonesia menjadi negeri yang kaya raya yang menyimpan harta karun yang sangat melimpah dan sangat berharga mulai dari rempah rempah, palawija, danau yang indah, laut yang memukau, gunung gunung yang berjejeran rapih, udara, hutan, tambang, bahkan jutaan kuliner tercipta di negeri serpihan surga ini, bukan suatu kebetulan ummat muslim terbesar di dunia adalah negeri Indonesia, sekali lagi bukan suatu kebetulan.
Sejarah telah mencatat bahwa Fatahillah adalah bagian dari keturunan Nabi Muhammad SAW melalui Sultan Malikul Shaleh yang merupakan salah satu Wali Songo, sembilan wali wali Allah SWT di muka bumi yang ditugaskan untuk menyebar agama Islam di tanah Jawa dan merambah ke tanah Sulawesi dan seluruh Nusantara dengan mengislamkan para Raja dan Sultan di Bugis Makassar.
Bukanlah sebuah kebetulan Indonesia mayoritas penduduknya ummat Islam karena memang Indonesia adalah skenario Allah SWT , Indonesia di takdirkan menjadi negeri yang subur , makmur , kaya raya dan bahagia karena di negeri ini penyembah Allah SWT terbesar , kalau di kalkulasi secara statistik, penduduk Indonesia saat ini kurang lebih 270 jutaan dikalikan 85% ummat Islam maka sungguh jumlah yang sangat fantastis nilainya , dan apabila semua umat Islam ini melaksanakan sholat sunnat sebelum shubuh maka ada sekitar 180 jutaan manusia Indonesia memohon pahala seluas langit dan bumi kepada Sang pemilik semesta , apakah permohonan ini tidak di kabulkan oleh Sang khalik , Sang pemilik bumi dan Sang pemilik kehidupan ?
Bukan suatu kebetulan Indonesia kaya raya bilang dibandingkan dengan Afrika , Etopia dan negara negara miskin lainnya yang ada dunia karena di Indonesia telah di turunkan warasatil anbiyai Wal Mursalin ( para penerus penerus nabi Muhammad SAW ) yang menyeru kepada kebaikan kehidupan dan menyeru kepada jalan lurus , jalan yang memang di kehendaki oleh Allah SWT pencipta langit dan bumi .
Maulid nabi bukan sekedar ritual belaka , bukan sekedar retorika belaka , tapi yang harus kita maknai secara mendalam adalah pesan pesan moral untuk pencarahan kemanusiaan , pencerahan bangsa yang sedang di uji oleh pengaruh paham Neo liberalisme , oleh pengaruh hedonisme , pengaruh oligarki yang mengcengkram tajam sampai ke sukma para pemimpin pemimpin kita , baik itu Pemimpin pemerintahan , pemimpin ummat , pemimpin masyarakat bahkan pemimpin keluarga .
Pragmatisme kehidupan yang atmosfirnya hampir tiap saat kita hirup, menjadikan kadar iman dan kadar keislaman kita berkurang bahkan ada yang sudah luntur, hilang dan bahkan sirna ditelan oleh kerasnya pengaruh zaman, perintah agama jamak terlalaikan, etika terabaikan dan bahkan harmonisasi kehidupang masyarakat terganggu, individualistis menjadi tren kehidupan, saling sikut, tipu menipu bahkan eksploitasi manusia terjadi tanpa sadar. Banyak diantara pemimpin bangsa kita menjadi agen kerusakan kehidupan tanpa sadar .
Kenapa kita harus terjebak oleh paham paham yang sesat itu ? Padahal kita sangat sepahaman bahwa bumi, laut, air, tanah, tumbuhan dan kekayaan Alam lainnya adalah pemberianNYA , kenapa kita lalai dan abai tidak mengindahkan perintah dan larangannya ? Bukankah umur kita tidak sepanjang Nabi Nuh , tidak sepanjang Nabi Daud ? Kenapa kita khilaf hanya mengejar kemewahan dunia ? Sementara Qarun sangat menyesal memiliki harta yang berlimpah tapi tidak bisa dibawa ke alam kematian.
Kenapa kita lupa hanya karena kita diberi rupa yang menawan, padahal Nabi Yusuf AS adalah manusia tergagah di sepanjang sejarah manusia tergagah tapi dia adalah orang yang paling taat kepada Allah SWT , Sungguh dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabbiul Awal 1444 H ini harus menjadi momentum instrospeksi diri yang mendalam, instrospeksi diri yang kritis komprehensif agar hari hari kita kedepan tidak lagi tersesat oleh pengaruh paham paham yang tidak menginginkan kita kembali kepada fitrah kesehatan kemanusiaan kita.
Nabi Muhammad SAW diakui oleh dunia, diakui oleh pakar sejarah dan orang orang pintar dunia sebagai pemimpin dunia yang tidak ada tandingannya, tokoh pemimpin dunia No. 1 yang meletakkan dasar dasar pergaulan manusia yang humanis, setara dan bahkan Saling support satu dengan lainnya.
Ilmu jaringan atau networking yang hari ini menjadi dasar dalam pelaksanaan bisnis antar negara, antar manusia adalah rintisan Nabi Muhammad SAW, dengan sabdanya siapa yang menyakiti suadaranya sesama manusia maka berarti dia telah menyakiti dirinya sendiri dengan demikian dalam ajaran Nabi Muhammad SAW tidak ada diskriminasi, tidak ada kelas sosial, tidak ada istilah Black and White Only yang ada adalah kemitraan yang sejajar untuk meraih Ridha Allah SWT.
Jika kalian berbisnis atau bertransaksi maka catatlah (dasar dasar administrasi yang menjadi kontrol transaksi bisnis) . Itu adalah bagian dari sekelumit sumbangsih pengetahuan yang berlandaskan moral kemanusiaan.
Nabi Muhammad SAW adalah cahaya diatas cahaya, Allah SWT dan para Malaikat dan nabi nabi sebelumnya hormat dan bersholawat kepadanya, Dia adalah pemimpin ummat, pemimpin bangsa dan pemimpin manusia, kepadanya harta dan tahta tak berhingga tapi beliau memilih menempati tempat yang sempit, sederhana dan bahkan jauh dari kemewahan di akhir hidupnya, tidurnya Hanya beralaskan pelepa daun kurma, tikar yang bisa membuat badan berbekas apabila menidurinya.
Itulah kehidupan Sang Nabi yang kepadanya Allah SWT Tuhan semesta Alam meminta, apa yang kau harapkan wahai Nabi kekasihku ? Kalau engkau meminta surga maka orang pertama yang kumasukkan kedalam surga adalah dirimu, tapi Nabi malah menolak dan menangis, dia hanya meminta kepada Allah SWT agar memperhatikan ummatnya, ummat yang sudah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah, Nabi yang di akhirat kelak sangat sibuk menunggui satu persatu ummatnya agar bisa masuk surga dan terhindar dari api neraka, dan sejuta kebaikan dari beliau Nabi Muhammad SAW, Allahumma Shalli Alaa Muhammad Wa Alaa Ali Muhammad.
Selamat Hari Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1444 H, 8 Oktober 2022
Semoga kita bisa menjadi pengikutnya hingga akhir Zaman.