Terhubung dengan kami

Kabar Daerah

Dinilai Salah Kontruksi, Pembangunan Bendungan Desa Teluk Singkama Yang Baru Sebulan Ambruk 

Dipublikasikan

pada

Saat wartawan Simakberita.com melakukan konfirmasi terkait bendungan yang ambruk di kantor Dinas PU Kutai Timur (Sumber poto : Jamal Simakberita.com)

SIMAKBERITA.COM, KUTAI TIMUR – Proyek pembangunan bendungan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian warga di Desa Teluk Singkama Kecamatan Sangatta Selatan ambruk akibat banjir. Padahal pembangunan bendungan tersebut baru sekitar satu bulan usai diresmikan oleh Pemerintah Desa Teluk Singkama.

Sesuai pernyataan sekdes Teluk Singkama, Rosadi bahwa, pembangunan bendungan tersebut menggunakan anggaran ADD tahun anggaran 2023 sebanyak 365 juta. Pihak Pemerintah Desa sudah beberapa kali ajukan proposal namun belum ada tanggapan, ” katanya.

Saat wartawan Simakberita.com melakukan konfirmasi kepada pihak Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kutai Timur, Ferdi mengatakan, pihak Pemerintah Desa Teluk Singkama tidak pernah koordinasi dengan Bidang SDA Dinas PU, ” ungkapnya, Senin (30/12/2024).

” Kalau memang pernah bersurat mana bukti arsip tanda terima surat dari Bidang SDA Dinas PU Kutai Timur. Kalau bendungan baru sebulan dibangun langsung ambruk berarti ada kesalahan kontruksi bangunan. Seandainya Pemerintah Desa Teluk Singkama melakukan koordinasi, tentu pihaknya akan menurunkan Tim Teknis sebelum bendungan tersebut dibangun, ” ujar Ferdi.

Ketua Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Mitra Indonesia Mandiri (MIM) Hadi Soetrisno SH yang memantau pembangunan bendungan di Desa Teluk Singkama mengatakan, pihaknya menyesalkan sikap Sekdes yang membangun bendungan air tanpa koordinasi dengan pihak Sumber Daya Air Dinas PU Kutai Timur, ” ucapnya.

” Pembangunan bendungan itu sangat kompleks, karena air itu punya tekanan yang bisa merusak bangunan. Jadi pembangunan bendungan itu harus melibatkan pihak yang ahli dibidang kontruksi bendungan, ” tandasnya.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan, Kades Teluk Singkama ini telah melampaui kewenangan Dinas PU Kutai Timur, karena melakukan pembangunan bendungan tanpa koordinasi dengan pihak SDA Dinas PU Kutai Timur.

Kejadian ini membuat warga Desa Teluk Singkama merasa kesal, karena mereka berharap bendungan tersebut dapat mengairi ribuan lahan sawah milik mereka. (Hamka/Jamal).

Editor : Nasution

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler