Kantor Desa Muara Wahau yang tertutup pada hari kerja, saat warga kena bencana banjir (Sumber poto : Firman)
SIMAKBERITA.COM, KUTAI TIMUR – Akibat sungai Muara Wahau meluap mengakibatkan banjir di wilayah Desa Muara Wahau Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemantauan wartawan Simakberita di lapangan beberapa rumah warga tergenang air. Rabu (8/1/2025).
Nampak warga setempat membantu memasang tali rafia di jalan wilayah banjir agar kendaraan yang melintas tidak terjerembab di lokasi banjir.
Tidak tampak adanya bantuan dari pemerintah setempat terhadap warga yang mengalami musibah banjir.
Saat wartawan Simakberita mengunjungi kantor Desa Muara Wahau Kecamatan Muara Wahau pada hari kerja, kantor Desa tampak tertutup dan terkunci selama 2 hari.
Selanjutnya wartawan Simakberita mendatangi rumahnya pada pukul 14. 00 wita, Kades Desa Muara Wahau, Haryanto Fatwa Adian mengatakan, hari ini saya tidak masuk kerja, sudah dua hari terjadi banjir akibat meluapnya sungai Muara Wahau, hanya 1 rumah yang terkena genangan air, ” ucapnya.
” Jadi saya menunggu laporan warga bila ada yang mengadu, maka saya akan turun meninjau kondisinya untuk memberikan bantuan, ” katanya.
Apa yang disampaikan Kades Muara Wahau tidak sesuai kondisi lapangan, karena pantauan wartawan di lokasi banjir, lebih dari satu rumah warga yang terkena dampak akibat banjir.
Salah seorang warga Muara Wahau yang berada di lokasi banjir mengatakan, kita prihatin karena pihak pemerintah Desa Muara Wahau belum ada yang turun di lokasi banjir, apalagi pada hari kerja kantor Desa tertutup. Jadi nampaknya pihak pemerintah Desa tidak peduli dengan warga yang kena musibah banjir, ” tandasnya.
Sementara itu saat wartawan Simakberita mendatangi kantor Camat Muara Wahau, Sekcam Muara Wahau, Mey Linda mengatakan, justru kantor jangan ditutup dalam kondisi banjir, seharusnya pihak Pemerintah Desa Muara Wahau turun ke lokasi banjir untuk memantau kondisi warga, ” ujarnya.
” Jangan menunggu laporan warga, seharusnya pihak Pemerintah Desa inisiatif mengunjungi warganya yang kena banjir dan memberikan solusi, apalagi sekitar kantor Desa tidak ada genangan air, saya melihat arus air cukup deras luapan dari pinggir sungai, ” katanya.
Dikatakannya, pihaknya kemarin sudah memantau kondisi banjir, menurut laporan ada yang sampai satu meter setengah kedalaman banjir. Jadi melalui Kasi Trantib Kecamatan Muara Wahau sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Kutai Timur untuk meminta bantuan yakni perahu karet guna antisipasi evakuasi warga bila luapan air semakin deras, ” ucap Mey Linda.
Diharapkan Pemerintah Desa Muara Wahau punya kepedulian terhadap warga yang kena banjir, jadi saat warga butuh bantuan bisa langsung menghubungi Pemerintah Desa, namun anehnya kantor Desa tertutup pada hari kerja. (Hamka).