Organisasi dan Komunitas

KNPI Gowa Gelar Diskusi Pendidikan, Pemuda Bajeng Pertanyakan Transparansi Beasiswa

Dipublikasikan

pada

Saat DPD II KNPI Kabupaten Gowa menggelar kegiatan diskusi pendidikan dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama (Sumber poto : istimewa)

SIMAKBERITA.COM, GOWA – DPD II KNPI Kabupaten Gowa menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan diskusi pendidikan bertema “Menakar Masa Depan Pendidikan Pemuda Gowa”. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syech Yusuf dan dihadiri sejumlah Tokoh penting di Kabupaten Gowa. Selasa (10/03/2026).

Dalam sesi diskusi, hadir sebagai pemateri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Taufiq Mursad, Anggota DPRD Kabupaten Gowa Komisi D Muh. Kasim Sila, serta Ketua KNPI Kabupaten Gowa Alumnus Zainuddin.

Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta, Firdaus, pemuda asal Kecamatan Bajeng, mengajukan pertanyaan terkait syarat dan mekanisme bagi pemuda Gowa untuk memperoleh beasiswa S2 dan S3 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa. Ia juga mempertanyakan transparansi anggaran pendidikan, khususnya terkait program beasiswa pemuda tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Taufiq Mursad menjelaskan bahwa, terdapat beberapa syarat untuk memperoleh beasiswa dari pemerintah daerah.

“Pertama, penerima harus asli orang Gowa yang dibuktikan dengan KTP. Kedua, terdaftar di salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan dengan surat aktif kuliah atau kartu tanda mahasiswa. Ketiga, berasal dari keluarga tidak mampu. Dan keempat, harus menyurat kepada Bupati Gowa yang kemudian akan didisposisikan ke Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Firdaus menyampaikan bahwa dirinya pernah mengirimkan surat permohonan bantuan pendidikan kepada Bupati Gowa pada bulan Januari, namun hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan.

“Saya sudah pernah menyurat ke Bupati pada bulan Januari terkait permohonan bantuan pendidikan, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” ungkap Firdaus dalam forum tersebut.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Gowa Komisi D Muh. Kasim Sila menegaskan bahwa pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Gowa telah melalui mekanisme yang panjang dan bersifat transparan.

“Transparansi anggaran pendidikan di Kabupaten Gowa sangat jelas, karena setiap penganggaran melalui mekanisme yang panjang dan prosesnya transparan,” ujarnya.

Meski demikian, Firdaus kembali menegaskan pentingnya keterbukaan data penerima beasiswa S2 dan S3 dari Pemerintah Kabupaten Gowa agar dapat diketahui oleh masyarakat, khususnya para pemuda.

“Kalau memang anggaran pendidikan Kabupaten Gowa betul-betul transparan, maka kami mempertanyakan data siapa saja pemuda Gowa yang mendapatkan manfaat beasiswa S2 dan S3 tersebut. Supaya kami sebagai pemuda bisa mengetahui siapa yang menerima, apakah sudah layak atau belum,” tegas Firdaus.

Ia juga menyinggung adanya informasi di kalangan pemuda terkait salah satu penerima beasiswa S3 yang beasiswanya sempat dicabut, sehingga menurutnya transparansi data penerima beasiswa menjadi penting untuk menjawab berbagai pertanyaan di masyarakat. (*).

Editor : Anas.

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version