Terhubung dengan kami

News

Empat Lapak PKL di Atas Drainase Jalan Dr Wahidin Kelurahan Mampu Dibongkar Persuasif

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Wajo melakukan penertiban terhadap empat lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas drainase di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Mampu, Kecamatan Wajo, Makassar, Rabu (7/10/2026).

Penertiban tersebut dilakukan secara persuasif dan humanis oleh Plt Camat Wajo Ivan Kala’lembang didampingi Lurah Mampu Liana Sari, RT/RW, Satlinmas, Babinsa Kelurahan Mampu, serta personel Satpol PP BKO Kecamatan Wajo.

Keempat lapak tersebut diketahui telah beroperasi sekitar 15 tahun dengan memanfaatkan fasilitas umum (fasum), khususnya area di atas drainase.

Pantauan wartawan di lokasi, pemilik lapak turut membongkar sendiri bangunan mereka dengan dibantu personel Satpol PP. Proses pembongkaran berlangsung secara aman dan lancar.

Lurah Mampu Liana Sari mengatakan, sebelum dilakukan penertiban, pihak kelurahan telah memberikan surat teguran kepada pemilik lapak sebanyak tiga kali.

“Sudah tiga kali kami berikan surat teguran, namun diabaikan,” ujar Liana Sari saat ditemui di lokasi penertiban.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Mampu yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, keberadaan lapak tersebut juga diduga kerap menjadi tempat berkumpulnya sejumlah perempuan yang disebut warga sebagai wanita tuna susila (WTS).

“Lapak PKL tersebut juga digunakan sebagai tempat mangkal para WTS,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Plt Camat Wajo Ivan Kala’lembang mengatakan, penertiban dilakukan karena lapak tersebut berdiri di atas drainase dan menggunakan fasilitas umum.

Menurutnya, keberadaan sejumlah lapak yang juga memanfaatkan badan jalan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Penertiban PKL secara persuasif dan humanis ini dilaksanakan karena melanggar aturan, yakni mendirikan bangunan di atas drainase,” kata Ivan.

“Di sisi lain, beberapa bangunan PKL yang menggunakan badan jalan mengakibatkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Kami bersyukur proses penertiban dengan cara persuasif ini berjalan lancar dan aman,” pungkasnya. (Anas).

Berita Terpopuler