SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – STIMIK Handayani Makassar menggelar pelatihan pembuatan proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diikuti oleh akademisi dan mahasiswa – mahasiswi STMIK Handayani guna meningkatkan kemampuan menulis proposal agar proposal yang dibuat lolos seleksi.
Adapun kegiatan pelatihan pembuatan proposal ini dilaksanakam via zoom online dan offline bertempat di kampus STMIK Handayani jalan Adhyaksa dan dibuka secara resmi oleh Ketua STMIK Handayani Makassar, Dr. Nasrullah, M.Si. Kamis (17/3/2022).
Dr. Nasrullah, M.Si dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada narasumber, Prof. Syafruddin Side, S.Si., M.Si., Ph.D atas waktunya mau memberikan coaching pelatihan ini, semoga bapak ibu dosen serta mahasiswa dapat memahami dan memanfaatkan ilmunya sebaik mungkin.
“Dengan adanya kegiatan ini, sangat bermanfaat bagi kita, makanya saya berharap kepada para Dosen dan mahasiswa yang mengusulkan kegiatan PKM ini agar memperhatikan pemaparan para narasumber, semoga usai mengikuti pelatihan ini banyak naskah yang disusun oleh peserta dan bisa diterima oleh pemerintah,” ujar Ketua STMIK Handayani
Ditambahkannya, sebenarnya banyak masalah di sekitar kita bisa diangkat guna dibuatkan naskah tetapi karena kesibukan sehingga kita tidak sempat mengerjakannya, harapan saya kepada para Dosen dan mahasiswa yang punya waktu dan kesempatan semoga naskah yang diajukan itu sesuai dengan materi yang diharapkan oleh pemerintah,” harap Dr. Nasrullah.
Didampingi Dosen STIMIK Handayani, Herlinah S.kom, M.Si sebagai narasumber, Prof. Syafruddin Side, S.Si., M.Si., Ph.D mengucapkan terima kasih kepada dr. Nasrullah selaku Ketua STMIK Handayani, sudah memberi ruang kepada saya untuk sharing ilmu dan informasi.
“Kami akan memberikan pemaparan cara menulis proposal yang tepat sasaran dan dapat diterima, membuat proposal itu tidak mudah karena akan dipilih diantara ribuan proposal yang antri, selanjutnya akan dipilih penulisan proposal yang terbaik,” ujarnya.
Prof. Syafruddin Side mengungkapkan, bahwa tahun ini ada sedikit pemotongan jatah terutama yang berada di cluster 1, yang duluya bisa sampai 800 proposal di upload sekarang turun jadi 400 proposal, tapi kalau berada di cluster 1 pesaingnya seperti UGM, UI, Unhas dan UNM itu semua ada di cluster 1, nah kalau STMIK Handayani sepertinya ada di cluster 2.
“Tapi kalau saya tidak usah khawatir dengan jumlah jatah yang diturunkan, kita bikin proposal sebaik mungkin dengan harapan kalau misalnya ada 200 yang diupload, maka semaksimal mungkin bisa banyak yang lolos,” harap Prof. Syafruddin Side
“Jadi intinya tergantung dari proposl yang kita kirim dan tentu saja tidak jatuh di awal, dan perlu kami informasikan bahwa seleksi PKM tingkat nasional itu ada 2 tahap yg pertama administrasi, nah di tahap ini biasanya banyak yang tidak lolos , makanya adik-adik harus betul-betul cermat , tentu saja merujuk kepada panduan yang terbaru,” ucapnya. (Saipul)