Terhubung dengan kami

Opini

Sambar: Jalan Rusak Lapor ke Bupati, Upah Belum Lunas Lapor ke Mana?

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, SINJAI – Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), belum lana ini memberi warning kepada kontraktor agar kembali membenahi jalan yang kurang mulus.

Hal tersebut sempat viral di media sosial, merespons keluhan sejumlah warga terkait jalan yang rusak padahal baru saja dikerja. Contohnya pada pekerjaan jalan Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat.

Orang nomor satu di Bumi Panrita Kitta di saat itu mengatakan bahwa peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawasi pembangunan di Kabupaten Sinjai. Terutama di bidang infrastruktur yang menyasar hingga pelosok desa. Sabtu, (28/10/2020).

Sehingga, rekanan tidak akan menyelesaikan pekerjaan secara serampangan.

“Kalau ada yang ditemukan jalan retak-retak padahal baru dikerja, laporkan ke kami, kami akan memerintahkan dinas terkait untuk menindaklanjuti laporan masyarakat,” kata Andi Seto Gadhista Asapa.

Sementara Tahun Anggaran 2020, Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelontorkan anggaran sekitar Rp 275,5 miliar untuk infrastruktur dan pemerataan wilayah.

Hal tersebut pekerjaan telah selesai, namun muncul pertanyaan dari berbagai pihak, sebab dari anggaran yang dialokasikan nilainya fantastik itu, namun anehnya, biaya atau gaji tukang dan suplayer material sampai saat ini belum lunas. Akhirnya, muncul pertanyaan, kemana harus melapor soal belum lunasnya tunggakan itu? Minggu, (02/05/2021).

Di antaranya salah seorang warga sekaligus aktivis Palangka sapaan Sambar mengatakan kenapa bisa terjadi seperti itu. Ada apa dan kenapa? Padahal proyek itu, sejak tahun (red.2020) lalu sudah selesai.

“Waah’ aneh juga karena Pak Bupati pernah mengatakan kalau ada jalan rusak atau retak laporkan ke kami tapi ini biaya material dan gaji tukang belum lunas, ada apa dan kenapa bisa terjadi. Kalau kejadian seperti ini lapornya di mana?” tanya Sambar.

Ia sangat menyayangkan kepada pihak terkait seperti, Inspektorat selaku auditor, Dinas PUPR selaku satuan kerja, pihak kontraktor pelaksana, dan pihak Tipikor selaku pihak APH, dan DPRD selaku wakil rakyat tampaknya semua diam dan membisu.

“Saya sangat prihatin kepada pihak terkait di dalamnya mulai dari Dinas PUPR, Inspektorat, kontraktor, kejaksaan maupun kepolisian, namun miris rasanya kepada pak dewan yang terhormat karena wakil rakyat (re.DPRD), tapi bisa diam membisu kejadian tersebut dibiarkan berlarut-larut,” ucap Sambar.

Namun Sambar berharap kepada pihak dimaksud melakukan pola jemput bola bukan pola tunggu bola.

“Seharusnya ini pihak terkait melakukan pola jemput bola bukan pola tunggu bola, atau menunggu laporan dari masyarakat karena sudah jadi konsumsi publik karena sudah ada di media, syukur-syukur kalau masyarakat melapor ditanggapi,” tandasnya.

Seperti yang terjadi di tahun anggaran 2020 kemarin yakni Peningkatan Jalan Kategori Pekerjaan Konstruksi Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Satker DINAS PUPR Sumber dana APBD T.A 2020, Paket 6 kontrak Rp Rp 19.477.543.512,83 pelaksana PT. Mitra Bahagia Utama dan Paket 07 Ruas Saotanre-Bonto katute kontrak Rp 13.257.696.000.00. Kontraktor Pelaksanan PT. Putra Kantisang.

Kedua paket pekerjaan tersebut baik paket 6 Suplayer meterial belum lunas sedangkan di paket 7 upah tukangnya belum lunas, dilihat dari segi anggaran atau dananya masing masing nilai puluhan milyard.

“Sekarang mau bertanya kepada pihak terkait, apakah adanya kejadian seperti ini tidak ada kerugian negara dan siapa yang mau menjamin tidak ada unsur kerugian negara,” tanya Sambar.

Dia menambahkan kalau suplayer material dan tukang belum terbayarkan hingga kini mengadu/lapornya di mana.

“Kalau terlambat didenda (Re.Adendum) tapi kalau lambat pembayaran diapakan, begitu suplayer material dan tukang mau makan, bisa tidak ditunda, kalau mau melapor lapornya di mana?” Sambar kembali bertanya.

“Saya bukan siapa-siapa, saya hanya orang bodoh, tidak punya dekken (Re.Beckingan), bukan tim sukses, saya cuma rakyat jelatah, taunya sotta, tau dirija juga kodonk,” tutup Sambar

Sampai berita ini diterbitkan Minggu, (02/05/2021) belum ada tanda-tanda

Editor : Nasution Jarre

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler