Oleh : Budiman, S.Pd
(Guru & Penulis Buku)
SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Di Indonesia, kita mengenal LTMPT sebagai lembaga penyelenggara ujian pendidikan tinggi yang dibentuk oleh Kemdikbudristek sejak 2019 lalu. Lembaga tersebut menyediakan 3 jenis jalur penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN yaitu SNMPTN, SBMPTN dan jalur Mandiri. Rencananya, pendaftaran dibuka pada 14 februari 2022 mendatang.
Ini merupakan momentum bagi segenap generasi muda bangsa yang saat ini tengah menempuh pendidikan terakhir di SMA. Tiga pekan lagi waktu yang tersedia untuk menyiapkan segala persyaratan yang telah ditetapkan. Termasuk menentukan perguruan tinggi yang menjadi tujuan melanjutkan studi, salah satunya di Kota Daeng.
Kota Daeng salah satu wilayah metropolitan terbesar khususnya di Indonesia Timur, termasuk dalam bidang pendidikan. Di kota ini terdapat beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka. Berdasarkan referensi data Kemdikbud, total perguruan tinggi di kota Daeng ada 195 dengan rincian 105 universitas, 48 sekolah tinggi, 39 akademi, 2 politeknik dan 1 institut.
Pemerintah dibantu BAN PT selaku lembaga independen non struktural bertugas memberikan akreditasi pada institusi pendidikan tinggi. Akreditasi ini sangat penting karena menjadi nilai jual suatu kampus kepada calon mahasiswa yang akan mendaftar juga menjadi pertimbangan beberapa lembaga yang menilai akreditasi seseorang dalam merekrut karyawan.
Akreditasi di lingkungan perguruan tinggi memiliki beberapa tingkatan dari sebelumnya berlabel A B C, kini berubah istilah menjadi Unggul, Sangat baik, dan Baik. Setidaknya ada lima pertimbangan BAN PT sebelum memberikan akreditasi pada perguruan tinggi antara lain kualitas kurikulum, kualitas SDM, kualitas sarana dan prasarana, kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan kualitas sistem pengelolaan kampus.
Beberapa perguruan tinggi di kota Daeng yang berakreditasi A dari BAN PT seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Islam Negeri Alauddin dan Universitas Muslim Indonesia. Selain keempat perguruan tinggi ini, beberapa perguruan tinggi lainnya berakreditasi B seperti Universitas Fajar, Unismuh Makassar, Universitas Bosowa dan masih banyak lagi lainnya yang tak bisa disebutkan satu per satu.
Sehingga perguruan tinggi yang memperoleh akreditasi A sangat terjamin kualitasnya. Namun, bukan berarti yang berakreditasi B dan di bawahnya berkualitas rendah. Sebab tidak sedikit mahasiswa yang sukses menempuh karirnya berasal dari perguruan tinggi biasa bahkan tidak lulus karena terkena DO. Maka akreditasi ini bukan satu-satunya faktor keberhasilan seseorang dalam meraih masa depannya. Yang patut diingat adalah penentu keberhasilan seorang mahasiswa tergantung seberapa besar impian yang dimilikinya, sekuat apa tekad yang di hatinya dan sekeras apa usahanya. Adapun perguruan tinggi hanya tempat mengasah kemampuan dan memperkaya pengalaman.
Kembali ke topik, bahwa menimba ilmu di kota Daeng menjadi salah satu alternatif terbaik. Terbukti banyak mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di luar Sulawesi yang melanjutkan studi di kota ini. Sebagai contoh mahasiswa alumni di Unhas seperti yang dirilis oleh alumniunhas.com, beberapa mahasiswa berasal dari pulau Jawa seperti Bandung, Subang, Jakarta, Bogor, Depok dan selainnya. Sedangkan dari pulau Kalimantan antara lain berasal dari Balikpapan, Samarinda dan sebagainya.
Selain mendapatkan pengetahuan umum dalam kampus, di Kota Daeng juga tersedia beberapa pondok pesantren mahasiswa. Pondok tersebut menjadi tempat menimba ilmu agama Islam terutama bagi mahasiswa muslim yang berminat memperdalam pengetahuan agamanya. Mengingat pemerintah kota Daeng sejak dulu erat bergandengan tangan dengan ormas-ormas Islam besar.
Ormas NU misalnya, mempunyai Ponpes An Nahdah yang berlokasi di jalan Tinumbu kec. Bontoala, Ormas Muhammadiyah memiliki Ma’had Albirr yang berada di lingkungan kampus Unismuh, Ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia memiliki PPM al Mukhlis di jalan Maccini Raya Kec. Panakkukang dan PPM Baitul Ilmi di jalan Manuruki Kec. Tamalate, Ormas Wahdah Islamiyah dengan pondok Mahasiswa STIBA di jalan Inspeksi PAM kec. Manggala, Ormas Hidayatullah dengan Pesmadai yang berlokasi di jalan Mapala Raya Kec. Rappocini, dan lain-lain.
Aktivitas para mahasantri begitu padat. Pagi hingga sore belajar di kampus, sedangkan sore hingga malam mengikuti kajian ilmu agama di pondok mahasiswa. Ini menjadi nilai plus bagi mahasiswa yang memang beritikad mempelajari ilmu agama Islam. Bahkan tak sedikit mahasiswa yang dapat menghafalkan Al-Quran sebelum diwisuda, sebagian lainnya mahir berbahasa Arab dan menjadi dai setelah pulang ke kampung halamannya masing-masing.
Editor : Nasution