/home/u529867548/domains/simakberita.com/public_html/wp-content/themes/zox-news/amp-single.php on line 77

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u529867548/domains/simakberita.com/public_html/wp-content/themes/zox-news/amp-single.php on line 77
" width="36" height="36">

Dakwah dan Religi

Mengarusutamakan Dialog Antar Agama untuk Perdamaian di Makassar Bakal Dihelat

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang majemuk, termasuk keragaman agama, etnis, dan bahasa.

Hal tersebut dianggap sebagai aset yang perlu dikelola secara tepat karena keberagaman adalah salah satu kekuatan bangsa Indonesia.

Namun, di sisi lain ada pula yang memandang keanekaragaman justru sebagai tantangan dan ancaman sekaligus karena memiliki potensi menimbulkan konflik kekerasan (violent conflict) yang merusak kerukunan bangsa dan negara.

Konflik hanya mungkin terjadi ketika ada polarisasi dan ketegangan sosial antara berbagai pihak, termasuk komunitas agama.

Selama tidak ada polarisasi dan ketegangan sosial, konflik kekerasan dapat dihindari, terutama jika hubungan antara pihak-pihak yang berbeda dibangun atas dasar pengertian, kerja sama, dan rasa hormat yang timbal balik.

Dewasa ini, pelbagai wilayah di Indonesia, termasuk Makassar sedang menghadapi peningkatan sentimen religiusitas yang mengarah kepada eksklusivitas agama yang lebih jauh dapat berubah menjadi ekstremisme agama yang mengganggu kohesi sosial yang berlaku.

Di tingkat sosial, beberapa orang masih belum siap untuk menerima dan berinteraksi dengan perbedaan agama dan kepercayaan.

Ini dibuktikan dengan intensifikasi tindakan intoleransi, seperti penutupan tempat ibadah, serangan terhadap kelompok agama tertentu, penyesatan dan penyebaran kebencian atas nama agama.

Misalnya, serangan yang dialami oleh beberapa kelompok minoritas, termasuk jemaah Ahmadiyah dan komunitas Syiah.

Sebagai satu akibat, beberapa kelompok minoritas agama tidak dapat dengan aman menjalankan agama mereka.

Selain itu, aksi bunuh diri oleh individu dan tindakan kekerasan bermotivasi agama di sejumlah tempat di Indonesia perlu menjadi perhatian bersama bagi semua pemangku kepentingan.

Salah satu inisiatif untuk membangun kohesi sosial di antara komunitas agama, baik antar dan intra-agama adalah mempromosikan dan mengarusutamakan Dialog Antar Agama untuk Perdamaian.

Dalam hal ini, alumni KFN Indonesia yang bekerjasama dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) turut serta berpartisipasi dalam pengarusutamaan Dialog Antar Agama di Indonesia melalui program “Mengarusutamakan Dialog Antar Agama untuk Perdamaian di Makassar 2020”.

Menurut Ridwan al-Makassary, Koordinator Program dari KFN Indonesia, program ini adalah kerjasama antara KFN Indonesia dan KAICIID yang berkantor di Austria.

“Di Makassar, KFN Indonesia menggandeng YPMIC untuk menyukseskan beberapa kegiatan, yaitu Seminar Nasional, dialog dan makan malam dengan pegiat damai, Camping Perdamaian, dan temu alumni KFN Indonesia,” ujar Ridwan.

Ia menjelaskan, acaranya sendiri akan dilaksanakan pada 8-11 Maret 2020 di Makassar dan Malino.

“Tujuan program ini adalah mempromosikan dan memperluas dialog antar agama untuk perdamaian guna memperkuat kohesi sosial dan mencegah intoleransi beragama,” kata Ridwan yang juga PhD Candidate dan peneliti di Center for Muslim States and Societies University of Western Australia.

Di antaranya, lanjutnya, dengan mengajak semua pihak yang bekerja untuk kerukunan dan toleransi di Makassar untuk bersatu padu mempromosikan Dialog Antar Agama sebagai satu kerangka konseptual untuk aksi kolektif.

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version