Terhubung dengan kami

Opini

Eksistensi Kearifan Lokal Dalam Arsitektur Mebel di Butta Panrannuangku Sebagai Upaya Menjaga Identitas Daerah dan Mode Berbasis Culture Knowledge di Era Revolusi Industry 4.0

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan budaya yang sangat besar, ditandai dengan banyaknya suku yang berdiam di negeri ini beserta seluruh budaya yang melekat didalamnya. Tercatat bahwa negara Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki budaya lokal terkaya di dunia. Menurut Badan Pusat statistik (BPS) hasil sensus penduduk terakhir tahun 2010, diketahui bahwa Indonesia terdiri dari 1.340 suku bangsa dengan budaya yang berbeda-beda. Kekayaan ini merupakan unggulan tersendiri terhadap dunia global berupa initial endowment (anugerah awal) dari Tuhan. Sementara disisi lain, kemandirian sebuah bangsa tidak dapat terlepas dari kemampuannya mempertahankan nilai-nilai luhur dan budaya bangsanya.

Pemerintah Indonesia telah berinisiatif untuk menjadikan industri kreatif berbasis budaya sebagai salah satu sumber utama pengembangan ekonomi pada masa mendatang. Usaha tersebut dimulai dengan membentuk Badan Ekonomi Kreatif pada tahun 2014. Selain menyumbang kontribusi terhadap perekonomian, ekonomi kreatif juga berperan penting untuk melestarikan berbagai budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, memanfaatkan material lokal, dan meningkatkan pengembangan kreativitas penduduk di sebuah wilayah.

Wilayah Sulawesi juga memiliki kerajinan seni kreatif seperti halnya mebel. Merujuk pendapat Koentjaraningrat, meubel dapat dilihat sebagai wujud kebudayaan yaitu  sebagai benda-benda hasil karya manusia, ia berupa kebudayaan fisik yang berbentuk nyata dan merupakan hasil karya masyarakat. Bentuk-bentuk dan ukiran pada mebel kayu lokal dapat memperlihatkan adanya perbedaan antara budaya suatu daerah dengan daerah lainnya. Mebel  yang terutama masih di pertahankan dan di produksi di Takalar Sulawesi selatan ini masih menampakan eksistensinya dan memiliki pemasaran ke seluruh wilayah pulau Sulawesi.

Takalar merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan dengan julukan Butta Panrannuangku yang memiliki budaya kearifan  lokal yang beragam. Terdapat sebuah daerah yang tersohor karena kerajinan mebelnya  yaitu diwilayah kelurahan Manongkoki Kecamatan Polobangkeng Utara . Kelurahan Manongkoki telah lama dikenal sebagai daerah pengrajin mebel, Di daerah ini beraneka wujud mebel dibuat. Pembuatan kerajinan mebel di tempat ini telah berjalan turun temurun dan mempunyai histori panjang yang tak lepas dari kerajinan kayu. Mengusung konsep kearifan lokal dengan sentuhan tradisional membuat kesan Indonesia dan lokal tidak hilang disetiap karya mebel yang dibuat.

Manongkoki sebagai daerah di Kabupaten Takalar yang termasyhur karena pengukir kayu dan terdapat motif khas yang hanya bisa ditemui ditempat ini. Kebanyakan model tersebut dibuat dengan tangan pengrajin asli, sehingga meubel yang dibuat benar-benar otentik dan bernuasa nusantara.

Hadirnya revolusi industri 4.0 menjadi tantangan baru bagi masyarakat Kabupaten Takalar khususnya  para pengrajin mebel diwilayah Manongkoki. Dampak revolusi industri 4.0 mudah ditemukan diberbagai bidang kehidupan. Dibidang industri kreatif  kebayakan lebih memilih menggunakan mesin canggih untuk memproduksi barang dan jasa karena dinilai efektif dalam segi waktu dan biaya. Akibatnya nilai-nilai histori pada setiap karya yang dibuat akan terkikis dan kreativitas masyarakat akan semakin menipis. Hal inipun akan mengakibatkan nilai-nilai kearifan budaya lokal akan tergeser oleh budaya moderen, tetapi tidak untuk para pengrajin mebel di Kelurahan Manongkoki, mereka tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap karya meubel yang dibuat sebagai upaya menjaga identitas daerah  dan mode berbasis culture knowledge di era saat ini. Culture knowledge merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara membuat suatu pusat kegiatan mengenai kebudayaan yang dapat difungsionalisasi ke dalam banyak bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk pengembangan kebudayaan itu sendiri dan dapat menjadi potensi kepariwisataan daerah.

Melalui konsep culture knowledge diharapkan bisa mendapatkan tenaga pengukir tambahan yang terampil, membuat bentuk dan desain meubel baru, serta memperoleh tambahan pengetahuan cara mengembangkan motif lokal seperti motif jagung yang merupakan  komoditas unggulan di Kabupaten Takalar untuk meningkatkan estetika mebel yang diproduksi. Di sisi lain, ukiran yang diterapkan dapat menjadi identitas baru bagi Kabupaten Takalar dan dapat menjadi potensi kepariwisataan daerah. Pentingnya memasukkan unsur budaya lokal pada ukiran mebel dapat memberikan identitas baru dan sekaligus estetika baru disetiap karya yang dibuat. Dengan demikian, variasi bentuk dan ukiran dapat bertambah banyak sekaligus memperkuat identitas visual daerah Kabupaten Takalar melalui produk mebel kayu lokal.

Penulis : Surya dharma
Editor : Ilma Amelia

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler