News

Konsumsi Satgas Raika Dinilai Tidak Layak Karena Tidak Bernutrisi

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Satuan tugas Pengurai Kerumunan (Satgas Raika) dari unsur TNI-POLRI, Satpol PP, Dishub dan BNPB sebagai garda terdepan yang bertugas mengurai kerumunan serta menegakkan aturan PPKM (Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) untuk menekan penyebaran covid-19 di wilayah kota Makassar idealnya diberikan konsumsi yang berkualitas serta asupan nutrisi yang memadai.

Dari hasil pantauan Wartawan di lapangan konsumsi yang diberikan kepada anggota Satgas Raika memprihatinkan karena lauk-pauknya tidak layak dan tanpa asupan nutrisi (26/8/2021).

Salah seorang petugas Satgas Raika yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, konsumsi yang diberikan oleh koordinator Satgas Raika tidak berkualitas serta tidak meningkatkan imunitas tubuh.

Konsumsi yang disajikan kepada Satgas Raika, Kamis (27/08/2021)

“Idealnya Satgas Raika yang yang ditugaskan secara rutin mengurai kerumunan dan menegakkan aturan PPKM supaya masyarakat mematuhi Protokol kesehatan (Prokes) guna menekan penyebaran covid-19, itu harus diberikan makanan yang bernutrisi, namun anehnya ada perbedaan pemberian makanan, sebagian petugas diberikan makanan yang bernutrisi tetapi sebagian petugas Satgas Raika tidak diberikan makanan yang bernutrisi serta semua petugas tidak diberikan air mineral dan minuman yang mengandung nutrisi.

Dikatakannya, dulu saat Iman Hud menjabat sebagai Kasatpol PP kota Makassar, Ia menyajikan makanan yang bernutrisi serta dilengkapi dengan air mineral, pulpy orange, kopi good day kepada tim Satgas Raika,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi (27/8/2021) via WhatsApp Plt Satpol PP Makassar, Iqbal Asnan mengatakan, pihaknya akan menegur rekanan supaya memberikan menu yang bernutrisi kepada Satgas Raika, serta akan memberikan teguran kepada anggota yang menangani konsumsi.

“Iye nanti saya cek dulu terkait keluhan personil, nanti kami tegur rekanan yang menyediakan makanan itu,” ungkap Iqbal Asnan (Anas/Zul)

Editor : Rahman

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version