News

BNNP Sulsel Bersinergi dengan Pihak Swasta dan BUMN Selamatkan Generasi Dari Bahaya Narkoba

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Permasalahan Narkoba yang sudah merambah menjadi ancaman ke berbagai Elemen Masyarakat perlu disikapi dengan tegas oleh semua pihak dengan melakukan berbagai upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan narkoba sampai ke akar-akarnya.
Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan sebagai garda terdepan dalam permasalahan narkotika di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan terus berperan aktif mengajak seluruh pemangku kepentingan baik di lingkungan Pemerintahan, BUMN maupun pihak Swasta agar bersinergi dalam melawan ancaman dan bahaya narkotika melalui program P4GN yang dilaksanakan BNN

Tepat pada hari Rabu (01/09/2021), BNNP Sulsel kembali hadir menggaungkan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dengan melakukan tindakan preventif yang bertajuk “Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba” di lingkungan Swasta yang dimana pada kesempatan itu dilaksanakan di Hotel Almadera, jalan Somba Opu No.235, Maloku, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90111.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Drs. Ghiri Prawijaya, M.Th. membuka acara tersebut di depan para peserta Ia mengatakan, narkoba masih menjadi salah satu masalah sangat serius yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia, terkhusus di Sulawesi Selatan, kota Makassar, dimana baru-baru ini juga telah terjadi peristiwa penangkapan dari POLDA Sulawesi Selatan dengan barang bukti 75 kg Narkotika Jenis Sabu dan 38 ribu Pil Ekstasi berhasil diamankan, hal tersebut sekiranya dapat menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menyelamatkan para regenerasi dari penyalahgunaan Narkoba, khususnya di sektor pekerja di lingkungan pemerintah dan swasta, agar dapat berperan aktif dan saling peduli supaya angka prevalensi pengguna narkoba tidak bertambah dan cenderung berkurang.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Drs. Ghiri Prawijaya M.Th. kepada para peserta yang hadir dari lingkup Pihak Swasta dan BUMN, diantaranya perwakilan dari PT. SEMEN TONASA, PT. SEMEN BOSOWA, PT. PERTAMINA, PT. ANGKASA PURA, PT.BINTANG TOEDJOE, PT.KALBE NUTRITIONALS 7, PERUM.LPPWPI CABANG MAKASSAR, JNE.CAB.MAROS, JNT.CAB.MAROS, PT.PELINDO IV MAKASSAR, PT.ELNUSA MAKASSAR, PT.JIWASRAYA, PT.PEGADAIAN, PT.JAPFA COMFEED, PT.HADJI KALLA CAB.MAROS, PT.BUATAN ANAK BANGSA (TRAVELO), PT. ASURANSI JASA RAHARJA, PT.KIMA, PT.JAMSOSTEK/ BPJS KETENAGAKERJAAN, PT. PLN ( PERSERO ) UP3 MAKASSAR SELATAN, PT. TELKOMSEL MAKASSAR, PT.CS2 POLA SEHAT MAROS, PDAM KOTA MAKASSAR, PT.INDOMARCO PARISMATA MAKASSAR, PT. SMARTFREN TELCOM TBK.MAKASSAR, PT. ARTA BOGA, BANK HASAMITRA MAKASSAR, BANK SAMPOERNA, BANK SYARIAH ISLAM.

Selanjutnya, sesi acara tersebut dilanjutkan oleh Narasumber pertama yaitu dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Jayadi Nas, S.Sos,. M.Si , dalam menyampaikan Materinya yang berjudul ” PERAN SEKTOR SWASTA DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN, PEREDARAN GELAP NARKOBA ( P4GN ) MENUJU INDONESIA BERSINAR ( BERSIH NARKOBA ).

Pada kesempatan itu Ia menyampaikan kepada para peserta yang hadir, bahwa Bahaya Narkoba merupakan informasi yang telah harus didengungkan mulai dari sekarang dan seterusnya kepada masyarakat luas terkhusus di lingkungan para pekerja pada perusahaan dan sekiranya dapat menjalin komitmen dan kerjasamanya kepada seluruh Stakeholder terkhusus kepada BNN Provinsi Sulawesi Selatan agar terus gencar melakukan upaya-upaya pencegahan dalam memberikan edukasi dampak dari Penyalahgunaan NARKOBA.

“Dan juga menyampaikan bahwa sekarang sudah ada regulasi yang telah dikeluarkan terkait CSR, dan mendorong agar sekiranya DANA CSR dapat dipergunakan dalam hal melakukan kegiatan-kegiatan upaya preventif, saling merangkul terkhusus kepada BNN Provinsi Sulawesi Selatan, imbuhnya,” imbuhnya.

Selanjutnya, sesi acara dilanjutkan oleh Narasumber kedua, Jamaluddin, SKM. dengan topik materinya yang bertajuk “DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA DILINGKUNGAN PEKERJA” , dimana pada kesempatan itu menyampaikan informasi bahwa, peredaran/ penyelundupan NARKOBA yang terjadi di INDONESIA sudah sangat lihai, modus operandi sudah semakin banyak agar mewujudkan keinginan para pengedar NARKOBA agar barangnya bisa laku terjual, dan sasarannya juga dari kalangan para pekerja di perusahaan,oleh karenanya seluruh perwakilan perusahaan yang hadir ditempat ini sekiranya dapat melakukan upaya pencegahan dengan saling berkomunikasi dan berkordinasi kepada BNN Prov. Sul-Sel , dikarenakan apabila ada salah satu karyawan diperusahaan yang sudah terkontaminasi dengan NARKOBA, hal tersebut bisa menjalar keteman lainnya.

Ia menambahkan, salah satu dampaknya yang pernah ditemukan oleh BNN Prov. Sul-Sel bahwasanya, pernah ada salah satu driver yang bekerja di sebuah perusahaan terindikasi memakai NARKOBA, dan Driver Perusahaan tersebut mengemudikan kendaraan sebuah mobil dibawah pengaruh NARKOBA dan akhirnya mengalami kecelakaan dikarenakan kurangnya kesadaran /kehati-hatian dalam mengendarai mobil, akibat dampak NARKOBA yang dia telah pakai sebelumnya, dan akhirnya mobil perusahaan tersebut rusak parah dan mengakibatkan kerugian di Perusahaan.

“Oleh karenanya mengharapkan seluruh Perwakilan Pihak SWASTA dan BUMN yang telah hadir ditempat ini, dapat mengambil peran agar mencegah para karyawannya untuk tidak terkontaminasi dengan NARKOBA,” tutupnya. (Aan/Iyan)

Editor : Nasution

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version