Sekolah

Terkendala Sarana Prasarana, Kepsek Rela Bonceng Tiga Muridnya Ke Lokasi Gladi ANBK

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, LUWU TIMUR – Terkendala sarana prasarana, seorang kepala sekolah rela bonceng tiga muridnya dari sekolahnya ke lokas gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), yang akan mengikuti sinkronisasi gladi bersih ANBK yang dilaksanakan di SDN 115 Lanosi yang beralamat lanosi, desa lanosi, kecamatan Burau, kabupaten luwu timur, Senin (25/10/2021).

“Karena terkendala Sarana Prasarana, kita menumpang di SD lanosi, jadi kami pakai saja motor kami sebagai tumpangan murid untuk ke lokasi ANBK meski bonceng tiga, bolak balik antar jemput,” ungkap Tasrum yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Integral Hidayatullah Laro kepada awak media simakberita.com, Senin (26/10/2021).

Persiapan ANBK SD Integral Hidayatullah Laro, masih kekurangan laptop, belum ada sama sekali sarananya makanya kami menumpang di SD lanosi untuk melaksanakan ANBK, ada laptop tapi tuk laporan dana Bos dan Dapodik.

SD Integral Hidayatullah Laro adalah sekolah swasta yang berada dibawah naungan Kemendikbud, lokasinya berada dilingkup pesantren, memiliki peserta didik di tahun pelajaran 2021-2022 sebanyak 200 murid, dan yang mengikuti ANBK sebanyak 21 peserta yang dipilih dari data dapodik.

Tasrum menambahkan “Alhamdulillah ada 21 murid yang ikut sinkronisasi gladi bersih ANBK, semuanya nampak antusias, guru dan peserta didik luar biasa semangatnya untuk menyukseskan ANBK ini,, meski kami juga harus keluarkan anggaran yang besar untuk kegiatan ini,” ungkap Tasrum.

Selanjutnya Tasrum menjelaskan, “selama proses sesi pertama gladi bersih ANBK, tidak ada masalah atau kendala dalam pelaksanaan ini, saya lihat berjalan aman dan lancar, namun terkadang ada kendala seperti pada umumnya, namun seperti itulah adanya dalam melaksanakan kegiatan, selalu ada kendala, namun bisa diminimalisir, termasuk sebelum acara,” tutur Tasrum.

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran, seperti yang dikutip dari laman anbk.kemendikbud.go.id, Selasa (26/10/2021)

Tasrum berharap bahwa SD swasta ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama pemerintah pusat dan daerah, mudah mudahan fasilitas yang ada di sekolah sekolah negri itu disekolah kami juga miliki, bantuan seperti laptop, router wifi kami harapkan juga demi mensukseskan program nasional tersebut,” harap Tasrum. (*Ibrahim / Nasution)

Editor : Rahman

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version