Hukum dan Peristiwa

Oknum Guru di Makassar Dipolisikan Diduga Aniaya Orang Tua Murid dan Lakukan Tekanan Psikologi Siswanya 

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Seorang wanita bernama Andi Fitri Nabila Amanda melaporkan ke Polisi seorang oknum guru Pendidikan usia dini (Paud) Dunia Anak Islam beralamat di kompleks perumahan BTP kecamatan Tamalanrea. Pasalnya, diduga Andi Fitri Nabila dianiaya serta anaknya bernama Andi Muhammad Aska (6) mendapat tekanan psikologi oleh oknum guru tersebut. Sesuai dengan laporan Polisi : LI/141/VII/2024/SPKT/RestabesMksr/Sekta Tamalanrea tanggal 24 Juli 2024 tentang peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan serta STPL/856/VII/RES. 124/2024/Reskrim.

Kepada wartawan Simakberita.com Senin (29/7/2024) Andi Fitri Nabila mengatakan, berawal saat saya menjemput anak bernama Andi Muhammad Aska di sekolahnya Paud Dunia Anak Islam perumahan kompleks BTP Tamalanrea, Rabu tanggal 24 Juli 2024 yang membuka pintu kelas seorang guru wali kelas anakku. Saat itu dia bilang Aska berkeringat dingin dan habis nangis, “katanya.

Selanjutnya Aska naik di mobil untuk bergegas pulang ke rumah, namun dalam perjalanan Aska bercerita bahwa dia tidak mau diajar oleh wali kelasnya bernama bu Dwi karena jahat, saat itu saya memegang sapu lidi dan menusuk-nusuk karpet di kelas ditegur dengan suara keras lantas dikejar ingin dipukul pakai sapu, makanya saya nangis dan lari sembunyi di kelas yang lain, kata Aska dan keluhannya ini berkali-kali disampaikan, Saya sangat sesalkan kejadian ini

” Kalau memang ada kesalahan anak ditegur dengan cara yang humanis karena masih dibawah umur apalagi sekolah ini akreditasi A, sebagai seorang pendidik tidak pantas melakukan kekerasan terhadap anak muridnya, ” ucapnya.

Akhirnya saya putuskan untuk kembali ke sekolah untuk menanyakan masalah yang dialami anakku, sesampainya di sekolah ketemu ibu Dwi dan saya katakan kita ke ruang kepala sekolah untuk bicarakan masalah ini, namun kepala sekolah tidak berada di tempat.

Saat di ruang kepala sekolah saya klarifikasi sama bu Dwi peristiwa yang dialami anakku, namun bu Dwi membantahnya, sambil ngomel-ngomel dan meninggalkan ruangan, padahal masalah ini bisa dibicarakan dengan baik.

Karena kesal pengaduan tidak ditanggapi dengan baik, sambil memegang hp, saya bilang kejadian ini saya video dan akan diviralkan. Saat itu bu Dwi mendekat dan melarang saya masuk di ruang kepala sekolah, bahkan bu Dwi menjepit badan saya dengan pintu sampai berkali-kali, supaya saya tidak masuk di ruang kepala sekolah, membuat saya kesakitan hingga badan saya memar.

” Makanya, peristiwa ini telah saya laporkan ke Polisi terkait kasus penganiayaan dan kekerasan terhadap anak dibawah umur, ” kata Andi Fitri Nabila.

Saat dikonfirmasi Selasa (30/7/2024) terkait orang tua murid yang melaporkan ke Polisi kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan terhadap anak dibawah umur, pihak Yayasan Paud Dunia Anak Islam, Arham membantah telah terjadi tindakan kekerasan terhadap murid. 

” Saat dijemput oleh orang tuanya, wali kelasnya bu Dwi sudah menyampaikan, kalau Aska ditegur karena bikin masalah sehingga dia menangis. Terkait tuduhan penganiayaan itu juga tidak benar, saat itu bu Dwi hanya menegur orang tua murid yang memvideokan suasana sekolah, ” katanya. (Nasution/Nurdin).

Klik untuk komentar

Berita Terpopuler

Exit mobile version