SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq, S.Kom menghadiri sekaligus membuka kegiatan Zakat Goes to Campus 2025 yang diselenggarakan Forum Zakat (FOZ) di Gedung Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (20/11/2025).
Dalam sambutannya, Anwar Faruq menggarisbawahi kedudukan Zakat dalam rukun Islam.
“Bapak dan Ibu sekalian, Zakat ini setara tingkatannya dengan salat. Di mana Zakat merupakan rukun Islam, setelah mengucapkan syahadat, salat, ada puasa atau zakat, kemudian naik haji bagi orang yang mampu,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar mengatakan, bahwa bahwa tidak menunaikan Zakat berarti tidak sempurna agama seseorang. Pesan inti yang disampaikan adalah tentang filosofi Zakat yang sering disalahpahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Pihaknya menjelaskan bahwa Zakat secara bahasa berarti “bertambah”. Pemahaman ini harus tertanam kuat agar tidak ada kekhawatiran saat menunaikannya.
“Teman-teman jangan berpikiran, pada saat mengeluarkan uang untuk Zakat, maka hartanya akan berkurang. Justru akan berkah, karena yang kita keluarkan pada hakikatnya adalah kotoran-kotoran yang mengotori harta kita, yang dipergunakan untuk orang-orang yang membutuhkan,” tegasnya.
Kegiatan “Zakat Goes to Campus” yang merupakan Chapter Sulawesi Selatan, khususnya di UNM Makassar, dipandang sebagai inisiatif yang sangat baik untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para mahasiswa dan generasi muda mengenai pentingnya Zakat.
Ketua DPW PKS Sulsel menutup sambutannya dengan menekankan potensi besar Zakat jika dikelola secara profesional.
“Apabila Zakat ini dikelola dengan baik, maka potensinya akan sangat besar,” tutupnya, seraya mengingatkan bahwa sejarah telah mencatat betapa pentingnya pengelolaan Zakat yang baik untuk kesejahteraan umat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kesadaran Zakat di kalangan akademisi dan kampus, menjadikannya pilar utama dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan umat di Sulawesi Selatan.
“Para akademisi dan mahasiswa yang menjadi muzakki memberi dua manfaat sekaligus, yakni penguatan karakter pribadi dan manfaat nyata yang dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” tutupnya. (*).