Terhubung dengan kami

TNI dan POLRI

Polisi Gencar Sosialisasi, Justru Sejumlah Kantor di Luwu Terkesan Tetap Abaikan Prokes

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, LUWU – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) makin gencar berikan sosialisasi sebagai upaya pemutusan mata rantai penularan Covid-19.

Hal tersebut terbukti dalam operasi Zebra tahun 2020 yang lebih menitikberatkan untuk sosialisasi Covid-19.

“Bahwa Operasi Zebra tahun ini lebih mengedepankan simpatik dan edukasi. Tidak ada tilang dan target tilang. Operasi kemanusiaan di tengah pandemi lebih dibutuhkan masyarakat,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan tertulis pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Semangat Kepolisian Mabes Polri di Ibukota dalam memutus penyebaran Covid-19 seirama dengan aksi personel di Polres Luwu. Seminggu terakhir anggota Polres Luwu menggunakan sejumlah cara untuk mensosialisasikan Covid-19.

Mulai dari menempelkan sticker edukasi ke kendaraan umum, pemasangan spanduk, pembagian nasi kotak kepada pengendara yang tertib protokol kesehatan (prokes) hingga pembagian masker untuk pengguna jalan Trans Sulawesi tepat di depan Pos 700 pada Senin, (2/11/2020) siang.

“Hari ini ada giat Regu 6 Bagi leaflet Regu 1 Bagi masker, Regu 2
Sosialisasi, Giat tambahan gabungan, bagi Nasi Kotak, pasang sticker, Giat pasang spanduk,” ungkap Humas Polres Luwu, Andhyka.

Berbeda dengan anggota Polri, sejumlah kantor di wilayah Luwu terkesan mengabaikan sejumlah poin prokes terutama dalam menjaga jarak.

Padahal, dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 382 tahun 2020, dalam Bab II pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lingkungan kerja perkantoran dan indsutri, masyarakat diwajibkan untuk menjaga jarak.

Berdasarkan pantauan wartawan simakberita.com, dugaan pelanggaran protokol kesehatan tersebut nampak terjadi di Kantor Pos, dan Kantor Bank Sulselbar, pada Senin, (2/11/2020).

Membludaknya pengunjung di Kantor Pos Luwu, dikarenakan bertepatan dengan waktu pencairan gaji tunjangan pensiun. “Kepala kantorku lagi sibuk pak, tidak bisa wawancara, Memang banyak orang pak, karena cair tunjangan pensiun, tanggal muda,” ungkap seorang teller yang enggan menyebutkan namanya.

Pandangan serupa terjadi di halaman Bank Sulselbar yang berada di sekitar kompleks perkantoran daerah Kabupaten Luwu. Uniknya tumpukan nasabah yang tidak jaga jarak terjadi hanya tepat di depan pintu kantor, setelah melewati pintu masuk, nasabah tetap harus mengukur suhu dan duduk pada kursi yang telah diberi tanda pembatasan jarak.

Saat berusaha dikonfirmasi, tidak ada pihak Bank Sulselbar yang ingin memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Menurut penanggung jawab keamanan, semua penanggung jawab sementara berada di luar kantor.

“Pak Imran Kepala Kantor, tidak ada di tempat, penanggung jawab harian juga tidak ada,” kunci Oddang. (*/Red)
Editor : Nasution

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler