SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80, Pimpinan Wilayah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Sulawesi Selatan meluncurkan Gerakan 10.000 Pohon untuk Masjid di Masjid Syura Tallo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum lahirnya gerakan ekologis dan pemberdayaan masjid secara berkelanjutan.
Ketua PRIMA DMI Sulsel, Tarmizi Tahir, Lc., menyampaikan bahwa peluncuran ini menjadi tonggak awal gerakan yang diinisiasi sejak pra-launching pada 2 Agustus di Masjid Al-Muhajirin Tallasa City dan 15 Agustus di Masjid Pulau Samalona.
“Hingga hari ini, total 64 bibit pohon sudah tersalurkan. Insya Allah, target kami 10.000 pohon akan tuntas pada 2027. Pohon-pohon ini akan tumbuh, memberikan teduh, dan menghasilkan buah yang bisa dinikmati jamaah sebelum masa kepengurusan berakhir,” ujarnya.
Acara ini juga diwarnai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sembilan pengurus dan remaja masjid dari Makassar, Gowa, dan Maros. MoU ini mencakup kerja sama tidak hanya dalam penanaman dan pemeliharaan pohon, tetapi juga dalam program pemberdayaan masjid di bidang ekonomi, edukasi lingkungan, dan pengembangan generasi muda.
Ketua Tim Positif Aksi LAZ Yayasan Haji Kalla, Kurniawan Djaya, yang hadir sebagai donatur utama menilai gerakan ini strategis dan relevan dengan isu lingkungan global.
“Menanam pohon di masjid bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang. Masjid akan menjadi pusat kehidupan yang teduh, ramah lingkungan, dan produktif,” ungkapnya.
Perwakilan Kanwil Kemenag Sulsel, H. Muhammad Yunus Muin, yang juga Ketua Tim Kemasjidan dan Perpustakaan Kemenag Sulsel, mengapresiasi program ini sebagai dukungan nyata terhadap Gerakan Masjid Ramah Lingkungan yang digaungkan Kementerian Agama RI.
“Gerakan 10.000 Pohon ini sejalan dengan upaya nasional menciptakan rumah ibadah yang lestari dan memberdayakan jamaahnya,” katanya.
Ketua DMI Sulsel, Mayjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, S.H., M.H., menyebut momentum ini sebagai awal era baru bagi masjid di Sulawesi Selatan. “Kita ingin mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban. Bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat ilmu, pusat ekonomi umat, pusat ekologi, dan pusat peradaban yang menyatukan nilai spiritual dengan keberlanjutan hidup,” tegasnya.
Selain peluncuran gerakan penghijauan, Mini Fest turut menghadirkan kegiatan donor darah yang berhasil mengumpulkan 10 kantong darah, lomba mewarnai anak bertema kemerdekaan, serta lomba azan bagi remaja masjid. Kegiatan ini dirancang ramah anak dan menghidupkan suasana kebersamaan.
Dari sisi lingkungan, 10.000 pohon yang akan ditanam diperkirakan mampu menyerap lebih dari 200 ton karbon dioksida (CO₂) selama masa pertumbuhannya, sekaligus menyediakan udara bersih dan menurunkan suhu di area sekitar masjid.
Tarmizi menambahkan bahwa distribusi pohon akan dilakukan secara bertahap: 500 pohon pada 2025, 4.500 pada 2026, dan 5.000 pada 2027. “Kami ingin memastikan bukan hanya jumlahnya, tapi juga keberlanjutan. Pohon-pohon ini akan dirawat agar berbuah dan bisa dinikmati oleh jamaah di kemudian hari,” tuturnya.
Gerakan ini menjadi momentum penting bagi kepengurusan PRIMA DMI Sulsel yang telah berjalan dua tahun sejak dilantik pada 2023 di Masjid Raya. Semangatnya adalah menciptakan peradaban masjid yang maju, hijau, dan membawa manfaat bagi umat. (*)