Terhubung dengan kami

Pendidikan

Dinas Pendidikan Sulsel Gelar Sosialisasi SPMB 2026, Perkenalkan Kebijakan Baru Masuk SMA

Dipublikasikan

pada

Foto : Istimewa

SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan resmi menggelar sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 dengan menghadirkan sejumlah perubahan kebijakan penting dalam sistem penerimaan siswa baru.

Kegiatan tersebut berlangsung di lantai dua kantor Disdik Sulsel, Kamis (23/4/2026), dan dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, online, hingga elektronik.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, Plt Sekretaris Disdik Mustakim, serta tim teknis data, Mulyama.

Iqbal Nadjamuddin menjelaskan bahwa perubahan aturan pada SPMB 2026 merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya, dengan fokus pada pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas layanan.

“Beberapa poin utama yang kami perbaiki meliputi pengaturan domisili siswa berbasis kedekatan dengan sekolah, penguatan sekolah layanan khusus, serta peningkatan akurasi pada jalur prestasi dan afirmasi,” ungkap Iqbal.

Pada sistem domisili, Disdik Sulsel kini menerapkan pembagian zona menjadi dua kategori, yakni zona 1 dan zona 2. Penentuan zona dilakukan berdasarkan jarak atau radius antara tempat tinggal siswa dengan sekolah tujuan.

Sementara itu, sekolah layanan khusus atau sekolah unggulan juga mulai diperkuat. Sekolah berbasis boarding school ini tersebar di sejumlah daerah seperti Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Makassar, dan Gowa.

Tim teknis data Disdik Sulsel, Mulyama, menambahkan bahwa sistem radius menjadi salah satu perubahan signifikan dalam SPMB tahun ini.

“Setiap sekolah memiliki radius yang berbeda. Ada yang hanya 1 kilometer untuk zona 1, dan ada juga yang sampai 5 kilometer. Ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah,” jelasnya.

Untuk jalur prestasi, Disdik Sulsel juga memberikan kemudahan bagi calon siswa. Proses verifikasi atau akurasi penghargaan tidak lagi dilakukan di tingkat provinsi, melainkan cukup di cabang dinas wilayah masing-masing.

“Misalnya siswa dari Palopo ingin mendaftar di Makassar, cukup melakukan verifikasi di cabang dinas Palopo, dan datanya tetap bisa digunakan untuk mendaftar di Makassar,” tambah Mulyama.

Saat ini, para calon siswa tengah mengikuti tahap pra pendaftaran yang berlangsung hingga akhir April 2026. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan akun pendaftaran siswa tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran resmi dibuka pada Mei mendatang. (*)

Berita Terpopuler