SIMAKBERITA.COM, GOWA – Semangat sport tourism kembali digaungkan oleh komunitas pesepeda Road Bike Gowa melalui kegiatan Tour De Toraja 2026, sebuah perjalanan epik sejauh 333 kilometer yang memadukan olahraga, wisata alam, kebersamaan, serta aksi sosial dalam satu rangkaian perjalanan penuh makna.
Perjalanan dimulai pada Jumat pagi, 29 Mei 2026, dari Kabupaten Gowa menuju kawasan wisata pegunungan Tana Toraja. Rombongan pesepeda melintasi sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dengan suguhan panorama alam yang memanjakan mata — mulai dari hamparan persawahan, jalur pesisir, hingga tanjakan khas pegunungan Toraja yang menantang adrenalin.
Bagi para peserta, Tour De Toraja bukan sekadar perjalanan olahraga jarak jauh. Kegiatan ini menjadi pengalaman sport tourism yang menghadirkan sensasi petualangan sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota komunitas.
Di tengah perjalanan, rombongan RBG juga menyempatkan diri singgah di salah satu masjid di Kabupaten Barru untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah dalam program bertajuk “Jumat Bike Bersama RBG.” Setelah ibadah, para peserta menyerahkan sejumlah mushaf Al-Qur’an kepada pengurus masjid sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Aksi sederhana namun penuh makna tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah dan pengurus masjid. Nuansa kekeluargaan pun terasa begitu kuat, memperlihatkan bahwa olahraga tidak hanya tentang fisik dan kompetisi, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Perjalanan menuju Toraja sendiri tidak sepenuhnya berjalan mudah. Medan panjang dan tanjakan ekstrem menjadi ujian tersendiri bagi para peserta. Beberapa sepeda mengalami kendala teknis sehingga rombongan harus beberapa kali berhenti untuk melakukan perbaikan. Rasa lelah mulai terasa setelah ratusan kilometer ditempuh di bawah cuaca yang berubah-ubah.
Namun, semangat solidaritas yang menjadi identitas komunitas Road Bike Gowa mampu menjaga kekompakan sepanjang perjalanan. Para peserta saling membantu, memberi dukungan moral, hingga memastikan seluruh rombongan tetap bersama menuju garis akhir.
Perjuangan panjang itu akhirnya terbayarkan saat seluruh peserta berhasil tiba di depan Patung Lakipadada, ikon kebanggaan masyarakat Toraja sekaligus titik finis Tour De Toraja 2026. Momen kedatangan tersebut menjadi simbol kemenangan atas perjuangan, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah.
Salah satu panitia pelaksana, Om Budhy, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kekompakan seluruh peserta selama perjalanan berlangsung. Menurutnya, Tour De Toraja bukan hanya tentang menaklukkan jarak ratusan kilometer, tetapi juga bagaimana membangun kebersamaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sepanjang rute perjalanan.
“Perjalanan ini bukan sekadar gowes jarak jauh. Kami ingin menghadirkan semangat sport tourism yang penuh kebersamaan, menikmati keindahan alam Sulawesi Selatan, sekaligus berbagi kebaikan kepada masyarakat. Alhamdulillah seluruh peserta bisa finis dengan selamat dan penuh semangat,” ujar Om Budhy.
Melalui kegiatan ini, member RBG berharap olahraga bersepeda dapat menjadi sarana membangun gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan potensi wisata Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas. Selain menghadirkan tantangan olahraga, perjalanan ini juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Suksesnya Tour De Toraja 333 Km kembali membuktikan bahwa sejauh apa pun perjalanan akan terasa ringan ketika dijalani dengan tekad yang kuat, semangat kebersamaan, dan niat untuk berbagi.
Salam Satu Aspal. (*)