SIMAKBERITA.COM, MAKASSAR – Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (ITB Kalla), Prof Dr Sukardi Weda menyerahkan buku autobiografinya kepada Rektor ITB Kalla, Syamril S.T., M.Pd. berjudul: Profesor Pembelajar, Autobiografi Motivasi, di Kampus ITB Kalla, lt. 5, Office Building, Mall Park pada Selasa, 16/05/2023.
Penyerahan buku autobiografi yang ditulis langsung oleh Prof. Dr. Sukardi Weda, disaksikan oleh para pimpinan dan civitas akademika ITB Kalla.
Buku autobiografi motivasi tersebut mengisahkan perjalanan Prof Sukardi Weda dari masa kecil hingga menjabat Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar (UNM) dan menyandang jabatan fungsional dosen sebagai guru besar atau profesor.
Buku autobiografi tersebut diberikan prolog oleh Prof Dr Arismunandar, mantan Rektor UNM 2 periode dan sekarang sebagai Ketua Umum ICMI Sulawesi Selatan. Adapun epilog buku tersebut dari Dr Adi Suryadi Culla, yang juga dosen pada Fakultas Sospol Unhas, Koordinator Forum Dosen dan Ketua Dewan Pendidikan Sulsel. Adapun kata pengantar diberikan oleh Prof Dr Hafid Abbas, yang juga Ketua Senat Universitas Negeri Jakarta dan mantan Ketua KOMNAS HAM RI, sementara editornya adalah Rusdin Tompo, S.H., yang juga Koordinator Satu Pena Sulawesi Selatan dan mantan Ketua KPID Sulawesi Selatan. Berikut Prakata buku autobiografi Prof. Dr. Sukardi Weda.
Membaca autobiografi seseorang, yakni buku yang ditulis oleh dirinya sendiri, bagai melihat sejarah perjalanan hidup orang itu, lengkap dengan segala pergumulannya. Sebagai penulis buku Autobiografi Motivasi, Profesor Pembelajar, saya ingin menghadirkan serangkaian peristiwa perjalanan hidup saya sejak masa kecil, remaja hingga dewasa. Hemat saya, autobiografi yang sangat dramatis ini, perlu dibaca oleh generasi muda bangsa ini. Karena di dalamnya tergambarkan bahwa cita-cita atau mimpi, dapat diraih ketika itu dibarengi dengan kerja keras, kesungguhan, dan pantang menyerah.
Ada begitu banyak cerita inspiratif dalam autobiografi ini yang sengaja dihadirkan kepada para pembaca, baik itu generasi muda, para orang tua, guru, dan pengambil kebijakan di negeri ini. Juga kepada siapa saja yang menaruh perhatian besar terhadap praksis pendidikan, terutama mereka, para pembelajar. Hadirnya buku autobiografi ini memang dimaksudkan untuk menggugah mereka yang punya cita-cita mulia dan mereka yang ingin mendapatkan kemuliaan melalui pendidikan. Orang-orang yang mau mengubah hidupnya dengan bersekolah, belajar sungguh-sungguh, demi tekad yang sudah ditancapkan. Bahwa dalam meraih apa yang diimpikannya itu, membutuhkan banyak pengorbanan.
Namun, yang paling menentukan untuk meraih impian dan cita-cita tersebut adalah motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri.
Di dalam buku autobiografi ini, penulis menghadirkan beragam rekaman peristiwa. Ibarat film, peristiwa masa kanak-kanak yang tak terlupakan dikisahkan kembali. Begitupun saat masa remaja yang penuh dinamika, hingga seabrek kegiatan ketika penulis dewasa. Ada banyak peran yang sudah dilakoni serta berbagai kegiatan yang dilakukan, yakni sebagai dosen, penulis, maupun kegiatan-kegiatan sosial kemasya- rakatan. Kehidupan berumah tangga, dengan istri dan anak-anak, aktivitas dari satu pekerjaan ke pekerjaan
lain, penuh suka-duka digambarkan. Penulis tabah, sabar, dan ikhlas mengarungi hidup ini, tapak demi tapak, cobaan demi cobaan, dijalani tanpa menyerah, tanpa mengenal lelah.
Peristiwa dalam autobiografi ini juga menghadirkan narasi yang kadang mengharukan, membanggakan, menggetarkan, sekaligus memotivasi pembaca untuk pantang menyerah menggapai asa.
Rangkaian peristiwa heroik tersebut diharapkan menjadi inspirasi kepada para generasi muda yang juga sebagai calon pemimpin bangsa ini. Tak terkecuali kepada para orang tua untuk membimbing putra-putri mereka menjadi anak yang berjiwa besar dan menjadi anak yang memiliki mimpi besar. Sekalipun, misalnya anak itu berasal dari keluarga miskin papa, kelompok marginal, yang sulit untuk mengakses pendidikan dan sumber-sumber daya lainnya. Sama sekali bukanlah halangan, karena itu sudah dibuktikan penulis.
Buku autobiografi yang ditulis sendiri oleh saya, sebagai Sang Profesor, menceritakan secara gamblang tanpa ada yang ditutup-tutupi, karena itu merupakan kisah nyata, yang sudah memberikan pengalaman dan pembelajaran berharga bagi saya. Secara jujur saya sebagai penulis bercerita tentang keadaan diri saya, yang menjadi keunikan tersendiri buku ini, ketimbang buku biografi yang ditulis oleh orang lain terhadap seorang tokoh. Karena bisa saja terdapat bias di dalamnya, beda dengan buku autobiografi ini, yang merekam peristiwa yang dialami oleh penulis dan juga ditulis sendiri oleh penulis.
Penulis sengaja menghadirkan buku autobiografi ini untuk berbagi kepada generasi muda dan para orang tua bahwa untuk berhasil dibutuhkan kerja keras, motivasi tinggi untuk berhasil, dan jangan lupa berdoa sebagai orang beragama. Ingat, ikhtiar batin dan ikhtiar lahir harus sejalan seirama. Penulis telah membuktikan bahwa atas kerja keras dan doa, serta mendekatkan diri pada Allah Swt, seseorang akan menggapai cita-citanya, setinggi apa pun cita-cita itu. Saya salah satunya.
Meskipun saya berasal dari keluarga yang tergolong kelompok miskin, tapi saya dapat meraih kesuksesan sebagai Guru Besar (Profesor). Saya pernah menjadi komisioner KPID Sulawesi Selatan, 2 periode, menjadi Ketua Program Studi Sastra Inggris, 2 periode, jadi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FBS UNM, dan menjadi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM. Dengan segala perjuangan, alhamdulillah, saya bisa memiliki enam gelar magister, dan aktif di sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), organisasi profesi, lembaga pers, dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Penulis berasal dari keluarga miskin, yang sulit mengakses pendidikan, dan dari keluarga dengan kedua orang tua tidak pernah mengenyam pendidikan dasar, tidak bisa baca tulis. Namun dengan kesungguhan dan tekad yang bulat untuk meraih masa depan gemilang mampu membalikkan keadaan. Bahwa untuk meraih cita-cita, tidak perlu seseorang itu kaya dan memiliki materi berlebih, tetapi yang diperlukan adalah motivasi, kesungguhan, dan tekad bulat.
Sehubungan dengan terbitnya autobiografi ini, penulis berharap semoga dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para pembaca.
Penulis juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang-orang yang turut berkontribusi atas lahirnya autobiografi ini.
Kepada Rusdin Tompo yang menjadi editor buku ini, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga. Pengantar dari editor dalam buku ini sekaligus merangkum peristiwa demi peristiwa yang menjadi rangkaian autobiografi ini.
Terima kasih juga penulis sampaikan kepada Prof. Arismunandar dan Prof. Hafied Abbas atas waktunya untuk memberikan prolog dalam buku ini. Terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada Dr. Adi Suryadi Culla atas epilog yang diberikan dalam buku ini. Prolog dan epilog yang ditulis itu semakin menambah gurih buku ini, serupa bumbu pada masakan.
Tanpa kehadirannya, rasa-rasanya buku ini belumlah lengkap. Kepada istri dan anak-anak saya tercinta yang telah membersamai dalam suka dan duka, kupersembahkan buku ini. Semoga buku ini menjadi sumber inspirasi dan motivasi kepada mereka.
Akhir kata, saya senantiasa memohon kepada Allah Swt, semoga sisa hidup saya ini masih dapat berbuat yang terbaik kepada orang-orang yang ada di sekitar saya. Semoga umur yang diberikan ini berkah melalui pencerahan kepada masyarakat, termasuk lewat buku- buku dan tulisan-tulisan. Aamiin. (*)
Editor : Nasution