Terhubung dengan kami

Kabar Daerah

Densus 88 Perkuat Deteksi Dini dan Pendekatan Humanis Cegah Penyebaran Paham Terorisme di Kutai Timur

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, KUTAI TIMUR – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Timur Densus 88 Anti Teror Polri menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham terorisme melalui deteksi dini, edukasi masyarakat, dan pendekatan humanis terhadap narapidana terorisme.

Pernyataan tersebut disampaikan Satgaswil Kalimantan Timur Densus 88 Anti Teror Polri, AKP Andi Husin, usai menghadiri kegiatan dialog dan rapat koordinasi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur di Hotel Victoria, Senin (27/7/2026).

Dalam keterangannya kepada wartawan Simakberita.com, AKP Andi Husin menjelaskan bahwa Densus 88 terus melakukan deteksi dini terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengarah pada penyebaran paham radikal dan terorisme, termasuk melalui ruang digital.

“Kami melakukan deteksi dini untuk memantau aktivitas yang mencurigakan di media sosial, situs web, hingga komunitas tertentu, termasuk yang memanfaatkan permainan daring (game online) sebagai sarana penyebaran propaganda,” ujar Andi Husin.

Selain melakukan pemantauan, Densus 88 juga mengedepankan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal.

“Densus 88 melakukan edukasi dan perlindungan sosial kepada masyarakat sebagai upaya mencegah berkembangnya jaringan terorisme,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai strategi agar narapidana kasus terorisme tidak kembali melakukan aksi teror setelah menjalani hukuman, AKP Andi Husin mengatakan pihaknya mengedepankan pendekatan yang humanis dengan membangun kepercayaan terhadap para mantan narapidana.

“Pendekatan yang kami lakukan bersifat humanis, membangun komunikasi dan kepercayaan agar mereka dapat kembali berbaur dengan masyarakat serta tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah indikator yang dapat menjadi perhatian masyarakat dalam mengenali seseorang yang mulai terpapar paham radikal. Di antaranya adalah kecenderungan mengisolasi diri dari lingkungan sosial, memiliki cara pandang yang bertentangan secara ekstrem terhadap pemerintah, serta menunjukkan sikap fanatisme yang berlebihan terhadap tokoh atau kelompok tertentu.

AKP Andi Husin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. 

Menurutnya, pencegahan terorisme membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar paham radikal tidak berkembang di tengah kehidupan sosial. (Samsul/Hamka).

Editor : Anas.

Berita Terpopuler