Terhubung dengan kami

peristiwa

Siswa SMPN 1 Sangatta Selatan Diduga Ditekan Guru BK Usai Jadi Korban Kecelakaan

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM,KUTAI TIMUR — Orang tua siswa kelas I SMP Negeri 1 Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim), Firman, mengaku keberatan setelah anaknya, Sofia, yang disebut menjadi korban kecelakaan lalu lintas, diduga mendapat tekanan dari guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah.

Firman mengatakan, Sofia mengalami luka ringan di bagian kepala setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama sang kakak terlibat tabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai seorang siswa SMK Singa Gewe.

Menurut Firman, setelah kejadian tersebut Sofia mengaku mendapat teguran dari guru BK dan disebut sebagai anak yang kembali membuat masalah.

“Anak saya Sofia, korban tabrakan sepeda motor oleh siswa SMK Singa Gewe, mengalami luka ringan di bagian kepala. Dia menyampaikan kalau mendapat tekanan dari guru BK bahwa dirinya lagi yang bikin masalah,” ujar Firman, Jumat (28/8/2026).

Firman menilai, perlakuan tersebut tidak semestinya diterima anaknya yang dalam kejadian tersebut merupakan pihak yang menjadi korban.

Ia juga mengatakan, selain mengalami luka ringan, sepeda motor yang digunakan anaknya mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut.

“Saya keberatan karena anak saya yang jadi korban lakalantas dan mengalami luka ringan serta kendaraan sepeda motor mengalami kerusakan malah mendapatkan tekanan dari guru BK. 

Sebagai guru seharusnya bisa menjaga ketenangan dan menghindari langsung memarahi atau memberi label negatif pada anak,” ungkapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan Simakberita.com, Guru BK SMP Negeri 1 Sangatta Selatan, Rizki Pujiana, membantah telah melakukan penekanan terhadap Sofia.

Rizki menjelaskan, dirinya hanya melakukan klarifikasi kepada Sofia terkait adanya laporan dari pihak SMK Singa Gewe yang menyebut terjadi pemukulan terhadap salah satu siswanya.

“Saya tidak melakukan penekanan pada murid. Saya hanya mengonfirmasi kepada Sofia adanya laporan dari SMK Singa Gewe bahwa Sofia melakukan pemukulan terhadap siswa SMK Singa Gewe,” jelas Rizki.

Menurut Rizki, saat melakukan klarifikasi dirinya didampingi seorang guru. Dalam proses tersebut, Sofia awalnya membantah melakukan pemukulan.

Namun, setelah disampaikan bahwa terdapat keterangan dari siswa SMK Singa Gewe mengenai dugaan pemukulan, Sofia kemudian mengakui memukul sebanyak satu kali.

“Awalnya Sofia menjawab tidak melakukan pemukulan. Selanjutnya saya tanyakan lagi karena ada konfirmasi dari siswa SMK Singa Gewe katanya ada pemukulan. Lalu Sofia menjawab, iya saya memukul satu kali karena saya ditabrak,” kata Rizki.

Firman kemudian menjelaskan, sebelum terjadi pemukulan, Sofia yang saat itu dibonceng menggunakan sepeda motor oleh kakaknya terlebih dahulu ditabrak oleh pengendara sepeda motor yang disebut merupakan siswa SMK Singa Gewe.

Menurutnya, pengendara tersebut mengaku sepeda motornya mengalami rem blong sehingga menyebabkan kecelakaan. Firman menyebut Sofia kemudian secara spontan memukul satu kali setelah pengendara tersebut disebut tidak bertanggung jawab dan langsung meninggalkan lokasi.

Terpisah, Kepala SMP Negeri 1 Sangatta Selatan, Juliansyah, mengatakan pihak sekolah akan memberikan arahan kepada para guru agar lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dengan siswa.

“Saya akan memberikan arahan kepada para guru supaya jangan lagi menggunakan kata-kata yang memberi label negatif terhadap siswa,” pungkasnya. (Anas).

Berita Terpopuler