Terhubung dengan kami

News

Emak-emak Ikut Demo, Sopir Truk Samarinda Tolak Pengaturan Antrean BBM Bersubsidi 

Dipublikasikan

pada

SIMAKBERITA.COM, SAMARINDA — Sekitar 500 unit mobil truk dikerahkan Forum Gerakan Sopir Samarinda (FGSS) dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Samarinda, Jalan Kesuma Bangsa, Senin (25/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes para sopir terhadap rencana pemberlakuan mekanisme nomor antrean BBM bersubsidi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda yang disebut akan mulai diterapkan pada 19 September mendatang.

Para sopir menilai mekanisme tersebut justru berpotensi menyulitkan mereka dalam mendapatkan BBM bersubsidi untuk kebutuhan operasional kendaraan.

Aksi tersebut tidak hanya diikuti para sopir truk, tetapi juga sejumlah emak-emak yang merupakan istri para sopir. Mereka turut menyampaikan dukungan karena selama ini ikut membantu suami mendapatkan BBM bersubsidi.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Hendra Buton, mengatakan keterlibatan para istri sopir bukan tanpa alasan. Menurutnya, para emak-emak selama ini ikut mengambil nomor antrean BBM ketika suami mereka sedang bekerja mengantar barang.

“Jadi saat para sopir truk bekerja mengantar barang untuk pelanggan, istrinya yang pergi ke SPBU untuk ambil nomor antrean BBM bersubsidi,” ujar Hendra kepada wartawan.

Hendra juga mempertanyakan dasar kewenangan Dishub dalam mengatur atau menentukan nomor antrean BBM bersubsidi. Ia mengaku hingga kini belum mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai dasar aturan tersebut.

“Kadishub Samarinda mengatakan kepada kami, silakan datang ke kantor untuk mengambil nomor antrean. Setelah itu diperiksa dulu kendaraannya, kalau dianggap layak baru diberikan nomor antrean. Tapi bila dianggap tidak layak, maka sopir truk tidak diberikan nomor antrean,” katanya.

Menurut Hendra, apabila mekanisme tersebut diterapkan, ratusan kendaraan truk berpotensi mengantre di depan kantor Dishub untuk mendapatkan nomor antrean. 

Kondisi itu dinilai dapat menimbulkan antrean panjang hingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

“Kalau ratusan mobil truk antre di depan kantor Dishub untuk menunggu nomor antrean, tentunya antrean panjang ini akan membuat kemacetan,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa tersebut diterima langsung Wali Kota Samarinda Andi Harun, didampingi Kepala Dishub Kota Samarinda beserta jajaran Polresta Samarinda.

Menanggapi tuntutan para sopir terkait pengambilan nomor antrean melalui Dishub, Andi Harun mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme tersebut.

Menurutnya, evaluasi diperlukan apabila penerapan mekanisme nomor antrean justru menyulitkan para sopir dalam memperoleh BBM bersubsidi.

“Kalau hal ini menyulitkan bagi sopir untuk mendapatkan nomor antrean BBM bersubsidi, kami akan melakukan evaluasi,” kata Andi Harun.

Sementara itu, salah seorang emak-emak yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan kepada suami yang bekerja sebagai sopir truk.

“Kami ikut berpartisipasi dalam aksi demo ini karena kami juga ikut membantu suami dengan cara mengambilkan nomor antrean BBM bersubsidi di SPBU saat suami mengantar pesanan pelanggan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, para istri sopir ikut turun ke jalan karena pekerjaan suami sebagai sopir merupakan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami emak-emak ikut demo guna memberikan dukungan kepada suami yang berprofesi sebagai sopir untuk menghidupi keluarga,” pungkasnya. (Samsul).

Editor : Anas.

Berita Terpopuler